Jumat, 18 Maret 2016
Jumat, 11 Maret 2016
Jumat, 01 Januari 2016
Budaya Indonesia Berdoa Bersama Sebelum Melaksanakan Ujian Nasional
Dari gambar
diatas adalah tetang kebudayaan masyarakat Indonesia yang mengadakan acara
berdoa bersama ditingkat sekolah akhir. Dan biasanya budaya ini terjadi dilaksanakan
sebelum semua anak murid SMP/SMA menjalani Ujian Nasional (UN). Kegiatan ini memang sudah menjadi kebiasaan dari
seluruh sekolah yang ada di Indonesia. Dari kegiatan ini kita bisa mengambil
banyak pelajaran, yaitu:
- Adanya pendekatan religius antara manusia dengan penciptanya
- Bisa berdoa dengan secara hikmat dan bersungguh-sungguh
- Terjalinnya silahturahim antar sesama guru dan murid
- Mempererat tali persaudaraan antar teman
- Saling mendoakan satu sama lain
- Dan bisa menenangkan jiwa .
Selain itu kegitan ini memang
sudah menjadi kebudayaan dari setiap sekolah di Indonesia karena kegiatan ini memang
sering dilaksanakan disetiap sekolah disaat menjelang Ujian Nasional (UN). Karna
didalam kegiatan ini kita memohon kepada Allah SWT agar semua murid yang melaksanakan
Ujian Nasional mendapatkan hasil yang bagus. Dan juga kegiatan ini bisa
mendekatkan diri kepada sang pencipta alam semesta.
Tak jarang kegiatan ini diakhiri dengan
tangis-tangisan yang sangat menguras energi dan mengaduk-aduk emosi siswa .
Bahkan, bukan hal yang aneh jika para siswa yang sebenarnya secara psikis sudah
tegang dan nervous menghadapi UN, saat melihat temannya menangis, ia pun ikut
terbawa emosi dan menangis pula.
Sebenarnya, apa maksud sekolah mengadakan doa
bersama, perenungan atau istighosah? yaitu ingin membekali siswa dengan
kekuatan spiritual, berupa munajat dan permohonan yang sungguh-sungguh kepada
Sang Maha Kuasa, sembari memasrahkan diri sepenuhnya pada kehendak Yang Memberi
Hidup, setelah sebagai manusia biasa merasa maksimal dalam berupaya. Kalau
maksudnya demikian, maka tujuannya pun pastilah memberikan rasa percaya diri
pada siswa, bahwa setelah sekian lama berusaha keras dan kini meminta bantuan
Allah, maka besok saat UN mereka tak lagi terbebani apapun, selain percaya
bahwa Allah akan memberikan jalan yang terbaik.
Dimana siswa diajak untuk berintrospeksi atas
segala perbuatan mereka selama ini, baik di sekolah, interaksi dengan guru dan
teman-teman, maupun di rumah berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan rumah.
Dalam perenungan itu mereka diajak kilas balik kesalahan-kesalahan yang pernah
mereka lakukan, dosa-dosa yang sudah mereka perbuat. siswa diingatkan
betapa malasnya mereka belajar selama ini, betapa bandelnya mereka di sekolah,
betapa nakalnya mereka tak menghiraukan ajaran guru, betapa jahilnya mereka
pada teman-temannya, dan banyak lagi kenakalan khas anak sekolah. Anak-anak itu
juga diajak merenungi betapa besarnya dosa-dosa mereka pada kedua orang tuanya,
suka melawan saat disuruh belajar, suka membohongi orang tua hanya untuk hang
out dengan teman-teman, suka menyusahkan orang tua, sementara belum tentu
mereka mampu membahagiakan orang tua dengan hasil UN yang membanggakan.
Jika maksudnya untuk membekali siswa dengan
kepercayaan diri dan kemantapan dalam melangkah dan tujuannya untuk mengajak
siswa “sadar diri” akan perilakunya dan memperbaiki diri, tentu ini aktivitas
yang sangat terpuji dan perlu sekali dilakukan oleh sekolah, bersama siswa. Alangkah
baiknya jika kegiatan seperti ini dilaksanakan 2 – 3 bulan sebelum UN. Semua
siswa diajak serta, berikan sentuhan dan stimulus khusus pada siswa-siswa yang
bandel dan biang keributan di sekolah. Upayakan hati mereka juga tersentuh, mau
introspeksi diri sampai timbul penyesalan. Karena hanya dengan penyesalan
itulah mereka bisa diajak untuk memperbaiki diri, beralih dari perilaku dan
aktivitasnya yang kurang berguna selama ini, kemudian diajak untuk memanfaatkan
sebaik-baiknya waktu tersisa untuk menebus segala keslahannya selama ini.
Selasa, 29 Desember 2015
Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia Dalam Perkembangan TIK
Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia Akibat Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Masyarakat merupakan sekelompok orang yang hidup bersama, berinteraksi dengan individu-individu lain, dan saling tergantung satu sama lain. Di sini kita dapat menyatakan bahwa manusia sebagai makhluk sosial, sangat memerlukan orang lain dan di tuntut untuk menjalin komunikasi dengan baik satu sama lain.
Keadaan masyarakat pada era globalisasi sekarang ini, cenderung tidak dapat di pisahkan dengan teknologi informasi yang ada. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi, memudahkan masyarakat dalam menjalin hubungan secara global. Karena teknologi yang cukup canggih saat ini, sudah memungkinkan masyarakat untuk masuk ke dunia internasional dengan mudah dengan adanya fitur-fitur penunjang komunikasi.
Akibat perkembangan teknologi informasi yang ada, keadaan sosial masyarakat mengalami perubahan. Tetapi masih terdapat kesenjangan yang terjadi pada masyarakat di daerah terpencil. Masyarakat di kota-kota besar sangat mudah untuk mengakses berbagai informasi yang ada melalui internet. Sedangkan pada masyarakat pedesaan cenderung susah untuk mendapatkan informasi dari dunia maya. Tetapi bila di lihat secara keseluruhan, tentunya perkembangan teknologi informasi ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat kebanyakan.
Kendala yang ditemui dalam Pemberdayaan Masyarakat & solusinya
Beberapa kendala yang ditemui dalam proses Pemberdayaan Masyarakat dengan memanfaatkan Teknologi komunikasi antara lain:
- Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya informasi dan teknologi informasi di dalam kehidupan masa kini.
- Sikap terhadap teknologi informasi belum positif, masyarakat terbiasa hanya sebagai penerima informasi bukan sebagai pengolahnya.
- Penggunaan teknologi informasi belum merata dan mengakar dalam kehidupan masyarakat.
- Penerapan budaya informasi belum didorong oleh pelembagaan atau kebijakan nasional.
Untuk mengatasi beberapa kendala di atas, agar layanan informasi yang dilakukan oleh pemerintah dapat lebih berguna bagi upaya untuk memberdayakan masyarakat, maka dapat dilakukan beberapa langkah yaitu:
- Menentukan konsep nasional mengenai masyarakat informasi Indonesia yang diinginkan, dengan mempertimbangkan perkembangan masyarakat dan budaya sendiri ke masa depan tanpa melepaskan diri dari negara maju. Kebijakan yang menjadi pegangan dalam pemilihan, penerapan, dan pembudayaan teknologi secara luas, termasuk pendidikan dan sebagainya.
- Meningkatkan kesadaran berinformasi dan sikap yang positif terhadap informasi dalam segala bidang, yang menjadi dasar bagi pembudayaan teknologi informasi. Memberi prioritas kepada institusi/pranata yang strategis untuk menunjang pembentukan masyarakat informasi.
- Merubah citra teknologi dan teknologi informasi, sehingga dapat diterima dengan wajar dan akrab oleh pemakai yang lebih luas dan masyarakat umum Indonesia.
Dampak positif dan negatif dari Teknologi Informasi
Meskipun kita semua tahu bahwa teknologi informasi membawa cukup banyak dampak negatif kepada kehidupan sosial masyarakat, namun kita semua pun tahu bahwa dampak positif yang dihasilkan oleh teknologi informasi dewasa ini sungguh banyak dan penting. Oleh karena itu menurut saya dampak teknologi informasi cenderung lebih ke arah yang positif.
- Adapun dampak positif dari perkembangan teknologi informasi:
- Memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi secara global kapan saja dan dimana saja. Banyak kini fitur-fitur dan media-media yang mendukung fasilitas komunikasi tersebut. Dan harganya pun sekarang mudah terjangkau.
- Menguntungkan perusahaan, dan juga menambah lapangan kerja. Banyak bidang yang menggunakan jasa teknologi informasi. Sebagai contoh dalam bidang perdagangan, kini masyarakat lebih mudah untuk membeli/menjual suatu barang dengan berbelanja secara online. Kita tidak membutuhkan banyak biaya untuk datang ke suatu tempat.
- Memudahkan masyarakat dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari dengan cepat dengan perangkat software yang selalu berkembang dan mudah di gunakan oleh masyarakat banyak
- Memudahkan masyarakat dalam mencari informasi yang di butuhkan. Dengan adanya search engine yang beredar, kini masyarakat lebih mudah mengakses informasi yang ada dalam dunia maya. Informasi dan berita yang ada, cenderung lebih cepat dan lebih mudah didapatkan pada web browser di bandingkan dengan media lain. Keuntungan internet banking bagi nasabah antara lain menghemat waktu, menghemat biaya, dan juga lebih cepat.
- Meningkatkan hubungan pemerintah, dalam hal ini lembaga yang bersangkutan dengan pihak-pihak lain. Pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang pemerintahan memiliki keuntungan antara lain meningkatkan layanan kepada masyarakat, pelayanan yang lebih cepat, meningkatkan hubungan pemerintah dengan dunia usaha dan masyarakat karena informasi mudah diperoleh, dan juga tersedianya informasi yang mudah diakses masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengambil keputusan yang benar dan dapat diberdayakan, serta meningkatkan transparansi pemerintahan.
- Untuk memantau kondisi sosial masyarakat pemerintah memanfaatkan teknologi informasi dengan programnya yang disebut ICT4PR (Information and Communication Technology For Poverty Reduction ), manfaatnya yaitu sebagai sumber informasi dan sarana belajar dari masyarakat. Untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi masyarakat, meningkatkan informasi kesehatan, untuk melihat peluang yang lebih luas untuk memasarkan produk setempat dan mengembangkan perdagangan melalui e-commerce.
- Dan masih banyak lagi dampak positif nya.
- Dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi:
- Maraknya cyber crime atau kejahatan dalam dunia maya. Kejahatan tidak mengenal batas negara dan teritorial, kapan pun dan di manapun bisa muncul. Sebagai contoh para hacker yang bisa menjebol sistem komputer seseorang, juga para cracker yang dapat merusak web seseorang. Masih banyak kejahatan dalam dunia maya yang di manfaatkan oknum tertentu demi kepentingan pribadi.
- Pornografi, perjudian, penipuan, tayangan kekerasan. Berbagai peralatan TIK seperti TV, internet, banyak menayangkan dan menampilakan tindakan-tindakan pornografi, perjudian, penipuan, dan tayangan kekerasan yang dengan cepat ditiru para penikmatnya.
- Penyebaran Virus Komputer. Virus komputer adalah sebuah program yang berukuran relatif kecil dan bersifat sebagai parasit yang mampu hidup dan menggandakan dirinya menyerupai file maupun folder dan sangat mengganggu pengguna komputer yang terinfeksi. Virus komputer meyebar melalui berbagai media termasuk media internet dan penyimpanan (file storage) seperti CD-ROM, Disket, Flash Disk, Hard Disk, dan Memory Card.
- Menimbulkan sifat yang cenderung malas. Seringkali pengguna internet tenggelelam dalam dunia nya sendiri dan tidak mempedulikan sekitarnya, banyak dari mereka yang lebih sering berinteraksi dengan teman dunia mayanya di bandingkan dengan teman dalam dunia nyata. Hal ini mempengaruhi sifat seseorang yang cenderung sulit bila harus di hadapkan dengan masalah dan masyarakat dalam kehidupan nyata.
- Kepribadian terhimpit, karena pengaruh informasi yang sifatnya global maka manusia cenderung menjadi manusia yang terpengaruh oleh isue-isue global, sementara kultur, nilai-nilai lokal menjadi semakin terkikis.
- Mentalitas teknologi, hal ini tercermin pada kepercayaan yang berlebihan pada alat (teknosentris), seolah-olah segala sesuatu dapat dipecahkan oleh teknologi dan sesuatu akan lebih meyakinkan kalau dilakukan dengan peralatan dan disertai angka-angka. Hal ini yang sudah biasa atau mudah diperhitungkan masih memerlukan bantuan penelitian eksperimen.
- Pelanggaran Hak Cipta. Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) adalah hak eksklusif yang diberikan suatu peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. HaKI mencakup dua kategori yaitu Hak Cipta dan Hak Kekayaan Indutri. Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta maupun penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya maupun memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan menurut peraturan undang-undang yang berlaku. Sedangkan Hak Kekayaan Industri meliputi paten, merek, desain industri, desain tata letak sirkuit terpadu, rahasia dagang dan varietas tanaman.
Solusi Pencegahan
Secara umum dampak negatif TIK dapat dicegah dengan cara sebagai berikut :
- Perlunya penegakkan hukum yang berlaku dengan dibentuknya polisi internet yang bertugas untuk menentukan standar operasi pengendalian dan penerapan teknologi informasi
- Menghindari pemakaian telepon seluler yang berfitur canggih oleh anak-anak dibawah umur dan lebih mengawasi penggunaan telepon seluler.
- Perbanyak membaca buku-buku yang bersifat edukatif.
- Perbanyak membaca buku-buku yang menambah keimanan (religi).
- Perbanyak aplikasi komputer yang bersifat mendidik.
- Harus bisa mengatur waktu antara berada di depan komputer/internet atau bermain games dengan porsi belajar dan istirahat
- Gunakan waktu seefektif dan seefisien mungkin.
Perlunya kewaspadaan terhadap tayangan televisi yaitu dengan:
- Mewaspadai muatan pornografi, kekerasan, dan tayangan yang mengandung mistis dan kekerasan.
- Memperhatikan batasan umur penonton pada film yang sedang ditayangkan.
- Mengaktifkan penggunaan fasilitas Parental Lock pada TV kabel dan Satelit.
- Menghindari penempatan TV pribadi di dalam kamar.
Perlunya kewaspadaan terhadap penggunaan komputer dan internet, meliputi:
- Mewaspadai muatan pornografi digital baik online maupun offline.
- Mewaspadai kekerasan pada permainan / games komputer.
- Cek history browser untuk melihat situs apa saja yang sudah dilihat oleh anak.
- Menggunakan program pemblokir situs dan konten dewasa seperti Program filtering dan parental control.
- Hindari penempatan komputer didalam kamar, letakkan komputer pada daerah yang mudah diawasi.
- Hindari fasilitas internet jika komputer harus terpaksa diletakkan di kamar anak.
Sumber: https://suciseptiapratiwi.wordpress.com/2014/10/03/pengaruh-teknologi-terhadap-manusia-dalam-bidang-ekonomi-sosial-budaya-dan-politik/
Sabtu, 17 Oktober 2015
PEMUDA DAN
SOSIALISASI
A. PEMUDA
Pemuda adalah golongan manusia manusia muda
yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar
dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda
di Indonesia dewasa ini sangat beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan
kesempatan pendidikan. Keragaman tersebut pada dasarnya tidak mengakibatkan
perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda.
Proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda
Indonesia tiap hari baik di lingkungan keluarga ini merupakan proses yang
disebut dengan istilah sosialisasi, proses sosialisasi itu berlangsung sejak
anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga mencapai titik kulminasi.
Pemuda dalam pengertian adalah manusia-manusia
muda, akan tetapi di Indonesia ini sehubungan dengan adanya program pembinaan
generasi muda pengertian pemuda diperinci dan tersurat dengan pasti. Dilihat
dari segi budaya atau fungsionalnya maka dikenal istilah anak, remaja dan
dewasa, dengan perincian sebagia berikut :
Golongan
anak : 0 – 12 tahun
Golongan remaja : 13 – 18 tahun
Golongan dewasa : 18 (21) tahun keatas
Golongan remaja : 13 – 18 tahun
Golongan dewasa : 18 (21) tahun keatas
Usia 0-18 tahun adalah merupakan sumber daya
manusia muda, 16 – 21 tahun keatas dipandang telah memiliki kematangan pribadi
dan 18(21) tahun adalah usia yang telah diperbolehkan untuk menjadi pegawai
baik pemerintah maupun swasta.
Dilihat dari segi ideologis politis, generasi muda adalah mereka yang berusia 18 – 30 – 40 tahun, karena merupakan calon pengganti generasi terdahulu dan bersifat dewasa tidak bersifat anak-anak. Pengertian pemuda berdasarkan umur dan lembaga serta ruang lingkup tempat pemuda berada terdiri atas 3 katagori yaitu :
Dilihat dari segi ideologis politis, generasi muda adalah mereka yang berusia 18 – 30 – 40 tahun, karena merupakan calon pengganti generasi terdahulu dan bersifat dewasa tidak bersifat anak-anak. Pengertian pemuda berdasarkan umur dan lembaga serta ruang lingkup tempat pemuda berada terdiri atas 3 katagori yaitu :
1. Siswa,
usia antara 6 – 18 tahun, masih duduk di bangku sekolah
2. Mahasiswa
usia antara 18 – 25 tahun beradi di perguruan tinggi dan akademi
3. Pemuda
di luar lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi yaitu mereka yang berusia 15
– 30 tahun keatas.
Akan tetapi, apabila melihat peran pemuda
sehubungan dengan pembangunan, peran itu dibedakan menjadi dua yaitu:
1. Didasarkan atas usaha pemuda untuk
menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkungan. Pemuda dalam hal ini
dapat berperan sebagai penerus tradisi dengan jalan menaati tradisi yang
berlaku
2. Didasarkan atas usaha menolak menyesuaikan
diri dengan lingkungan. Peran pemuda jenis ini dapat dirinci dalam tiga sikap,
yaitu : pertama jenis pemuda “pembangkit” mereka adalah pengurai atu pembuka
kejelasan dari suatu masalah sosial. Mereka secara tidak langsung ktu mengubah
masyarakat dan kebudayaan. Kedua pemuda pdelinkeun atau pemuda nakal. Mereka
tidak berniat mengadakan perubahan, baik budaya maupun pada masyarakat, tetapi
hanya berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan melakukan tidnakan
menguntungkan bagi dirinya, sekalipun dalam kenyataannya merugikan. Ketiga,
pemuda radikal. Mereka berkeinginan besar untuk mengubah masyarakat dan
kebudayaan lewat cara-cara radikal, revolusioner.
Pemuda adalah jiwa seorang insan manusia yang
memiliki ketangguhan dan semangat yang tinggi dalam memperjuangkan revolusi dan
renovasi peradaban bangsanya menuju arah yang lebih baik. Dengan kecerdasan
intelektualnya, dia dapat melihat segala bentuk permasalahan secara menyeluruh
sehingga sering muncul ide-ide brilian sebagai solusi dari permasalahan yang
ada.
Dengan ketajaman mata hatinya, dia dapat
melihat celah-celah kenistaan dan kekejian yang ada disekitarnya untuk segera
ia perbaiki menjadi celah-celah yang mengeluarkan sinar kebaikan. Dengan
kekuatan fisiknya, dia dapat melumpuhkan mesin-mesin tirani dan monster-monster
kebiadaban yang senantiasa menghancurkan sendi-sendi keadilan dalam masyarakat.
Dengan keceriaan wajahnya, ia dapat menghibur lingkungan sekelilingnya dengan
lampu-lampu kebahagiaan.
Dengan kebersihan hatinya, dia
senantiasa melakukan yang terbaik bagi bangsa dan agamanya tanpa putus asa dan
pamrih. Dengan kekuatan spiritualnya, dia meyakini segala upaya pengorbanan
merupakan aktivitas ibadah yang akan menjadi batu bata Istananya di surga
kelak.
Dengan segenap potensi dan kekuatan ini, dia
merupakan matahari yang siap mengeluarkan energi terbesarnya untuk mengawali
secercah sinar kebangkitan bagi bangsa dan nusa. Sebagaimana sebuah pepatah
bahasa Arab, ‘Kebangkitan sebuah bangsa terletak pada telapak tangan para
pemuda-pemudanya’.
http://laporannurainisolihat.blogspot.co.id/2014/08/makalah-ilmu-sosial-dasar-pemuda-dan.html
B. SOSIALISASI
Pengertian
sosialisasi mengacu pada suatu proses belajar seorang individu yang akan
mengubah dari seseorang yang tidak tahu menahu tentang diri dan lingkungannya
menjadi lebih tahu dan memahami. Sosialisasi merupakan suatu proses di mana
seseorang menghayati (mendarahdagingkan – internalize) norma-norma kelompok di
mana ia hidup sehingga timbullah diri yang unik, karena pada awal kehidupan
tidak ditemukan apa yang disebut dengan “diri”.
Dan sosialisasi juga merupakan proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
Selain itu Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma sosial yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya. Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli:
• Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.
• Peter Berger
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
• Paul B. Horton
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
• Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.
Internasilasi, Belajar, dan
Sosialisasi
Ketiga kata atau istilah tersebut pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. Proses berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi sosial. istilah internasilasasi lebih ditekankan pada norma-nroma individu yang menginternasilasikan norma-norma tersebut. Istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang individu. istilah spesialisasi ditekankan pada kekhususan yagn telah dimiliki oleh seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan lama.
Ketiga kata atau istilah tersebut pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. Proses berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi sosial. istilah internasilasasi lebih ditekankan pada norma-nroma individu yang menginternasilasikan norma-norma tersebut. Istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang individu. istilah spesialisasi ditekankan pada kekhususan yagn telah dimiliki oleh seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan lama.
Proses Sosialisasi
Ada 2 teori proses sosialisasi yang paling umum digunakan, yaitu teori Charles H. Cooley dan teori George Herbert Mead.
Teori Charles H. Cooley lebih menekankan pada peran interaksi antar manusia yang akan menghasilkan konsep diri (self concept). Proses pembentukan konsep diri ini yang kemudian disebut Cooley sebagai looking-glass self terbagi menjadi tiga tahapan sebagai berikut.
Ada 2 teori proses sosialisasi yang paling umum digunakan, yaitu teori Charles H. Cooley dan teori George Herbert Mead.
Teori Charles H. Cooley lebih menekankan pada peran interaksi antar manusia yang akan menghasilkan konsep diri (self concept). Proses pembentukan konsep diri ini yang kemudian disebut Cooley sebagai looking-glass self terbagi menjadi tiga tahapan sebagai berikut.
” Seorang anak membayangkan bagaimana
dia di mata orang lain.”
Seorang anak merasa dirinya sebagai
anak yang paling hebat dan yang paling pintar karena sang anak memiliki
prestasi dan sering menang diberbagai.
“Seorang anak membayangkan bagaimana
orang lain menilainya.”
Dengan perasaan
bahwa dirinya hebat, anak membayangkan pandangan orang lain terhadap dirinya.
Ia merasa orang lain selalu memujinya, selalu percaya pada tindakannya.
Perasaan ini muncul akibat perlakuan orang lain terhadap dirinya. Misalnya,
orang tua selalu memamerkan kepandaiannya.
“Apa yang dirasakan anak akibat
penilaian tersebut”
Penilaian yang positif pada diri seorang anak akan menimbulkan konsep diri yang positif pula.Semua tahap di atas berkaitan dengan teori labeling, yaitu bahwa seseorang akan berusaha memainkan peran sosial sesuai dengan penilaian orang terhadapnya. Jika seorang anak di beri label “nakal”, maka ada kemungkinan ia akan memainkan peran sebagai “anak nakal” sesuai dengan penilaian orang terhadapnya, meskipun penilaian itu belum tentu benar.
Penilaian yang positif pada diri seorang anak akan menimbulkan konsep diri yang positif pula.Semua tahap di atas berkaitan dengan teori labeling, yaitu bahwa seseorang akan berusaha memainkan peran sosial sesuai dengan penilaian orang terhadapnya. Jika seorang anak di beri label “nakal”, maka ada kemungkinan ia akan memainkan peran sebagai “anak nakal” sesuai dengan penilaian orang terhadapnya, meskipun penilaian itu belum tentu benar.
C. PERANAN SOSIAL MAHASISWA DAN PEMUDA
DI MASAYRAKAT
Peranan sosial
mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga yang
lainnnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka
dianggap kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti
sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari kerja dan menempuh kehidupan
yang relatif sama dengan warga yang lain.
Secara tak sadar namun perlahan tapi pasti, para generasi muda dihinggapi dengan idiologi baru dan perilaku umum yang mendidik mereka menjadi bermental instan dan bermental bos. Pemuda menjadi malas bekerja dan malas mengatasi kesulitan, hambatan dan proses pembelajaran tidak diutamakan sehingga etos kerja jadi lemah.
Sarana tempat hiburan tumbuh pesat bak “jamur di musim hujan” arena billyard, playstation, atau arena hiburan ketangkasan lainnya, hanyalah tempat bagi anak-anak dan generasi muda membuang waktu secara percuma karena menarik perhatian dan waktu mereka yang semestinya diisi dengan lebih banyak untuk belajar, membaca buku di perpustakaan, berorganisasi atau mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih positif.
Peran pemuda yang seperti ini adalah peran sebagai konsumen saja, pemuda dan mahasiswa berperan sebagai “penikmat” bukan yang berkontemplasi (pencipta karya). Dapat ditambahkan disini persoalan NARKOBA yang dominan terjadi di kalangan generasi muda yang memunculkan kehancuran besar bagi bangsa Indonesia.
Secara tak sadar namun perlahan tapi pasti, para generasi muda dihinggapi dengan idiologi baru dan perilaku umum yang mendidik mereka menjadi bermental instan dan bermental bos. Pemuda menjadi malas bekerja dan malas mengatasi kesulitan, hambatan dan proses pembelajaran tidak diutamakan sehingga etos kerja jadi lemah.
Sarana tempat hiburan tumbuh pesat bak “jamur di musim hujan” arena billyard, playstation, atau arena hiburan ketangkasan lainnya, hanyalah tempat bagi anak-anak dan generasi muda membuang waktu secara percuma karena menarik perhatian dan waktu mereka yang semestinya diisi dengan lebih banyak untuk belajar, membaca buku di perpustakaan, berorganisasi atau mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih positif.
Peran pemuda yang seperti ini adalah peran sebagai konsumen saja, pemuda dan mahasiswa berperan sebagai “penikmat” bukan yang berkontemplasi (pencipta karya). Dapat ditambahkan disini persoalan NARKOBA yang dominan terjadi di kalangan generasi muda yang memunculkan kehancuran besar bagi bangsa Indonesia.
A. PENGERTIAN ISD
Ilmu sosial dasar ( ISD ) adalah ilmu
pengetahuan yang membahas dan memecahkan masalah – masalah sosial yang timbul
dan berkembang di dalam masyarakat dewasa ini, khususnya yang diwujudkan oleh
warga Indonesia. Dengan menggunakan pengertian – pengertian ( fakta, konsep,
teori ) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan
ilmu – ilmu sosial ( seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial,
Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah ).
Kita harus mengakui bahwa manusia merupakan mahluk sosial
karena manusia tidak bisa hidup tanpa berhubungan dengan manusia yang lain
bahkan untuk urusan sekecil apapun kita tetap membutuhkan orang lain
untuk membantu kita. Berikut ini adalah pengertian dan definisi sosial menurut
beberapa ahli:
LEWIS
Sosial adalah sesuatu yang dicapai, dihasilkan dan
ditetapkan dalam interaksi sehari-hari antara warga negara dan pemerintahannya.
KEITH JACOBS
Sosial adalah sesuatu yang dibangun dan terjadi dalam
sebuah situs komunitas.
RUTH AYLETT
Sosial adalah sesuatu yang dipahami sebagai sebuah
perbedaan namun tetap inheren dan terintegrasi.
PAUL ERNEST
Sosial lebih dari sekedar jumlah manusia secara individu
karena mereka terlibat dalam berbagai kegiatan bersama.
PHILIP WEXLER
Sosial adalah sifat dasar dari setiap individu manusia.
ENDA M. C
Sosial adalah cara tentang bagaimana para individu saling
berhubungan.
LENA DOMINELLI
Sosial adalah merupakan bagian yang tidak utuh dari sebuah
hubungan manusia sehingga membutuhkan pemakluman atas hal-hal yang bersifat
rapuh di dalamnya.
PETER HERMAN
Sosial adalah sesuatu yang dipahami sebagai suatu
perbedaan namun tetap merupakan sebagai satu kesatuan.
ENGIN FAHRI. I
Sosial adalah sebuah inti dari bagaimana para individu
berhubungan walaupun masih juga diperdebatkan tentang pola berhubungan para
individu tersebut.
B. TUJUAN
ISD membantu mengembangkan wawasan
mahasiswa penalaran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan yang
lebih luas dan membentuk kepribadian yang diharapkan, khususnya yang berkenaan
dengan sikap dalam tingkah laku dalam bersosialisasi manusia terhadap manusia
lain, serta tingkah laku manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan secara
timbal balik. ISD ini pun diharapkan dapat memberikan pengetahuan umum dan
pengetahuan dasar tentang konsep yag berkembang untuk melengkapi gejala sosial
agar daya tanggap, persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan
sosial dapat ditingkatkan, sehingga kepekaan mahasiswa menjadi lebih besar.
a.
Tujuan
umum diselenggarakannya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar ialah pembentukan dan
pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan, dan
pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungannya,
khususnya gejala berkenaan dengan masyarakat dengan orang lain, agar daya
tanggap, presepsi, dan penalaran berkenaan dengan lingkungan social dapat
dipertajam
b.
Tujuan
khusus:
1. Memahami
dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-maslah sosial yang ada dalam masyarakat.
2. Peka
terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
3. Menyadari
bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat
kompleks dan hanya dapat mendekatinya (mempelajarinya).
4. Memahami
jalan pikiran para ahli dalalm bidang ilmu pengetahuan lalin dan dapat
berkomunikasi dengan mereka dalalm rangka penanggulangan maslah sosial yang
timbul dalam masyarakat
http://chairulanwar1713.blogspot.co.id/2012/10/pengertian-isd-ilmu-sosial-dasar.html
C. MENGAPA
PERGURUAN TINGGI MENGADAKAN MATA KULIAH ISD ?
Penerapan
mata kuliah ISD dalam perkuliahan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar
dan pengetahuan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji
gejala-gejala social,agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mahasiswa dalam
menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, sehingga lebih peka. Selain
itu ISD ini juga bertujuan untuk melatih mahasiswa untuk memahami jalan pikiran
para ahli social sehingga dapat berkomunikassi dengan baik dalam rangka
menanggulangi maslah social yang tumbuh dikalangan masyarakat.
Mata
kuliah ISD juga mengajarkan hidup bersosialisasi antar mahasiswa dan dosen. Agar
membawa suatu lingkungan yang mempunyai rasa bersosialisai tinggi antar sesama lain.
Pendidikan Tinggi yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik
menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan
akademik dan/atau profesional untuk dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau
menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian dan dapat dilakukan
melalui proses pembelajaran yang mengembangkan kemampuan belajar mandiri.
Langganan:
Postingan (Atom)












