Senin, 25 September 2017

ARTIFICIAL INTELLIGENCE(AI)



A. SEJARAH AI
Istilah ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1956 di konferensi darthmouth. Sejak saat itu , AI terus dikembangkan sebab berbagai penelitian mengenail teori teori dan prinsip prinsipnya juga terus berkembang. Meskipun AI baru muncul pada 1956 tapi teori teori yang mengarah ke AI sudah muncul sejak tahun 1941. Berikut Tahapan tahapan teori dalam AI.


  • Era Komputer Elektronik (1941)
Pada tahu 1941 telah ditemukan alat penyimpanan dan pemosresan informasi. Penemuan tersebut dinamakan komputer elektronik dan dikembangkan di USA dan jerman. Saat itu komputer membutuhkan ruangan yang luas , AC yang terpisah dan melibatkan ribuan kabel untuk menjalankan suatu program.Itu tentunya sangat merepotkan programmmer dalam membuat program. Pada tahun 1949 , berhasil ditemukan komputer yang mampu membuat pekerjaan memasukkan program menjadi lebih mudah. Penemuan ini menjadi dasar pengembangan yang mengarah ke AI
  • Masa Persiapan ( 1943 -1956)
Pada tahun 1943 , Warren McCulloch dan Walter Pitts berhasil membuat suatu model sel syaraf tiruan di mana setiap neuron digambarkan sebagai on dan off.mereka menunjukan bahwa setiap fungsi dapat dihitung dengan suatu jaringan sel syaraf dan bahwa semua hubungan logis dapat diimplementasikan dengan struktur jaringan sederhana
pada tahun 1950 , Nobert Wiener membuat penelitian mengenai prinsip prinsip teori feedback. Contoh yang terkenal adalah thermostat . Penemuan ini yang merupakan awal dari perkembangan AI. Pada tahun 1956 John McCarhty membuat sebuah team utuk membantunya melakukan penelitian dalam bidang automata , jaringan syaraf dan mempelajari intelligence. Hasilnya adalah program yang mampu berpikir non-numeric dan menyelsaikan masalah pemikiran , yang dinamakan principia mathematica. Hal ini menjadikan john McCarthy disebut sebagai fathre of AI
  • Awal Perkembangan AI (1952 – 1969 )
Pada tahun pertama perkembangannya , AI mengalami banyak kesuksesan. Diawali dengan kesuksesan Newel dan Simon dengan sebuah program disebut General Problem Solver. Program ini dirancang untuk memlulai penyelesaian masalah secara manusiawi. Pada tahun 1958 McCarthy di MIT AI lam mendefinisikan bahasa pemograman tingkat tinggi yaitu LISP, yang sekarang mendominasi pembuatan program program AI. pada tahun 1959 keluarlah sebuah program AI yaitu Geometry Theorm Prover  yang dapat membuktikan suatu teorama teorama menggunakan axioma-axioma yang ada.Pada tahun 1968 , Program analogi buatan Tom Evan menyelesaikan masalah analogi geometris yang ada pada tes IQ
  • Perkembangan AI Melambat ( 1966- 1974)
Prediksi Herbert Simon pada tahun 1957 menyatakan bahwa AI akan menjadi ilmu pengetahuan yang berkembang dengan pesat ternyata meleset pada tahun tahun ini perkembangan AI menjadi sangat lambat
  • AI menjadi sebuah Industri ( 1980 – 1988)
Industrialisasi AI diawali dengan ditemukannya expert system (sistem pakar) yang dinamakan R1 yang mampu mengkonfigurasi sitem sistem komputer baru.
  • AI saat ini

Dengan semakin pesatnya prkembangan hardware dan software, berbagai produk AI telah berhasil dibangun dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari . Di sini produk-produk tersebut dikelompokkan kedalam empat teknik yang ada di  AI, yaitu searching, reasoning, planning, dan learning. 


B. DEFINISI AI
Berasal dari bahasa inggris Artificial Intellgence (AI). Intelligence: cerdas, Artificial: buatan. Merujuk pada mesin yang mampu berfikir, menimbang tindakan yang akan diambil dan mampu mengambil keputusan seperti yang dilakukan manusia.  
  • H. A. Simon [1987] :
    “ Kecerdasan buatan (artificial intelligence) merupakan kawasan
    penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman
    komputer untuk melakukan sesuatu hal yang -dalam pandangan manusia adlah cerdas”
  • Rich and Knight [1991]:
    “Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana
    membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat
    dilakukan lebih baik oleh manusia.”
  • Encyclopedia Britannica:
    “Kecerdasan Buatan (AI) merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan”
  • John McCarthy[1956] :
    “AI adalah Untuk mengetahui dan memodelkan proses – proses berpikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan perilaku manusia.”


C. CONTOH AI

  1. Sistem pakar merupakan salah satu cabang AI (kecerdasan buatan) yang sudah cukup tua. Sistem pakar dirancang oleh spesialis informasi (yang seringkali disebut insinyur pengetahuan) yang memiliki keahlian khusus dalam bidang kecerdasan buatan.
  2. Pengolahan Bahasa Alami (natural language processing) adalah suatu bidang yang dimana ai tersebut mengolah perintah bahasa sehari -hari ke dalam AI tersebut agar melakukan sesuatu yang sesuai dengan perintah tersebut
  3. Robotika dan sensor adalah bidang AI yang berfungsi sebagai mendeteksi suatu keberadaan benda sehingga AI tersebut dapat bergerak sesuai dengan program yang telah dirancang.
  4. Computer Vision adalah bidang AI yang berfungsi untuk mengetahui hasil inputan dan di keluarkan dalam bentuk visual misal nya pengenalan pola sidik jari dan pengenalan tulisan.
  5. Intelligent computer-aided instruction adalah bidang AI yang berfungsi sebagai tutor atau membantu dalam pembelajaran di bidang tertentu.
  6. Game Playing adalah bidang ini,  AI dibutuhkan, yaitu untuk merancang dan menghasilkan game yang fun serta antarmuka antara man-machine yang cerdas dan menarik untuk dimainkan.

sumber:

Kamis, 15 Juni 2017

Manajemen SLA dan OLA

Manajemen SLA (Service Level Agreement): Pengertian, Contoh, dan Fungsi - Tujuan utama proses manajemen tingkat pelayanan adalah untuk membantu menjamin kepuasan pengguna dengan memastikan bahwa pelayanan IT telah dilakukan sesuai dengan syarat dan kondisi yang tertera pada deskripsi atau katalog pelayanan. ITIL mendefinisikan SLA sebagai sebuah perjanjian tertulis antara penyedia layanan TI dan stackholder, mendefinisikan target layanan kunci dan tanggung jawab kedua belah pihak dan harus pada kesepakatan agar saling mengungkan.Melalui artikel ini diharapkan mampu mendefinisikan kriteria pengukuran dan pelaporan, menyelaraskan SLA bisnis dengan SLA vendor.

Manajemen SLA (Service Level Agreement)

1. Service Level Management Manajemen Tingkat Pelayanan

Pengamatan proaktif pada pemberian layanan IT dilakukan untuk memastikan target yang telah disepakati sebelum langkah untuk tanggung jawab, kualitas dan ketersediaan secara konsisten dapat terpenuhi.

Ketika suatu perusahaan mulai banyak membutuhkan IT sebagai penyedia layanan, semakin penting untuk memperhatikan tingkat kebaikan dan kualitas layanan. Jika layanan IT ingin dikelola secara efektif, harus memperhatikan langkah-langkah yang akan diterapkan untuk memastikan bahwa kinerja yang telah sepakat tidak ada toleransi.

Proses Objektif

Proses manajemen tingkat pelayanan harus fokus pada obyek berikut ini :
  • Memastikan kinerja penyedia layanan berada dalam batas-batas yang ditentukan dan disepakati.
Tujuan utama proses manajemen tingkat pelayanan adalah untuk membantu menjamin kepuasan pengguna dengan memastikan bahwa pelayanan IT telah dilakukan sesuai dengan syarat dan kondisi yang tertera pada deskripsi atau katalog pelayanan. Harus diperhatikan bahwa telah ada jaminan pemberian pelayanan sesuai dengan tingkat pelayanan yang telah disepakati dapat memuaskan pelanggan. Banyak kasus yang terjadi bahwa pelanggan tidak puas dengan pelayanan yang diberikan sehingga harus kembali didiskusikan oleh tim manajemen pemberian pelayanan dengan perusahaan. Dengan begitu tingkat pelayanan dapat diperbaharui dan peningkatan pelayanan dapat diimplimentasikan.
  • Pencegahan pelanggaran SLA
Dengan mengidentifikasi kasus dimana pelanggaran SLA dilakukan sebelumnya, sistem manajemen layanan IT mengizinkan manajemen IT untuk mengambil tindakan pencegahan dan preventif yang diperlukan untuk menghindari pelanggaran SLA. Perlu diperhatikan juga bahwa kegiatan yang dilakukan untuk mencegah pelanggaran SLA tidak memiliki efek yang merugikan pada layanan dan tingkat layanan lain.
  • Identifikasi dan pemantuan Indikator Utama Kinerja (Key Performance Indicators or KPI)
Key Performance Indicators membantu organisasi untuk menjelaskan dan mengukur kemajuan terhadap tujuan organisasi. Ketika suatu organisasi telah menganalisis misinya, mengidentifikasi semua pemegang saham, dan mendefinisikan tujuannya, organisasi membutuhkan suatu cara untuk mengukur kemajuan terhadap pencapaian tujuan tersebut. KPI inilah yang digunakan sebagai tolak ukur. Ketika menentukan KPI, kita harus membatasi faktor-faktor penting untuk fungsi IT dalam mencapai tujuannya.
  • Penyediaan informasi kepada fungsi desain layanan untuk memungkinkan peningkatan kualitas pelayanan.
Matrik kinerja pemberi layanan dimana sebagai bagian dari proses Service Level Management mungkin sangat berguna bagi area lain dalam suatu perusahaan. Penggunaan data SLA dalam hubungannya dengan perangkat SPC seperti diagram kontrol memungkinkan tim peningkatan pelayanan untuk mengidentifikasi trending dan menentukan apakah ada proses yang tidak terkontrol.


2. Masalah Umum
    Masalah umum yang berpengaruh pada manajemen tingkat pelayanan meliputi :
    • Pengertian SLA yang mendorong perilaku yang tidak efektif dan tidak produktif
    • SLA didefinisikan/disepakati tanpa berkonsultasi dengan tim yang bertanggung jawab untuk memberikan layanan
    • Pengertian SLA yang rumit sehingga tidak dipahami oleh kelompok pelaksana
    • Terlalu banyak fokus pada etika masing-masing individu
    • Kurangnya sudut pandang pekerjaan secara keseluruhan
    • Peringatan yang berlebihan sehingga menyebabkan orang mengabaikannya
    • Pekerjaan berlebihan yang tidak perlu sehingga bertentangan dengan SLA
    • Mengalihkan sumber daya ke SLA yang sia-sia
    • Manajemen mikro dengan angka
    • Elemen pemberi pelayanan berada diluar kendali kelompok pelaksana
    • SLA dalam jumlah besar dengan kebutuhan yang berbeda memiliki arti bahwa agen tidak yakin apa yang diharapkan dari mereka
    • Penggunaan metrik SLA untuk membuat peringkat individu de-memotivasi, mengikis semangat tim dan memimpin orang-orang untuk sengaja menyembunyikan masalah dan mencari cara-cara untuk mencapai target
    • Sistem dan atau proses yang memungkinkan pengguna untuk memalsukan pengukuran dan metric
    • SLA yang gagal memperhitungkan prioritas perubahan masalah
    • Meningkatnya masalah terlalu cepat atau terlalu lambat
    • Beban administrasi yang berlebihan terkait dengan pengambilan, analisis, dan pelaporan data SLA

    3. Diagram Aliran Proses
    1. Mengidentifikasi portofolio layanan
    2. Mendefinisikan kontrak yang mendasar
    3. Mengidentifikasi parameter penting layanan
    4. Mendefinisikan Persetujuan Tingkat Pelayanan (SLA)
    5. Mendefinisikan proses peningkatan
    6. Memantau SLA yang terkait dengan transaksi
    7. Mengidentifikasi kasus spesifik yang dibutuhkan untuk peningkatan
    8. Melaksanakan proses peningkatan yang sesuai
    9. Mengambil tindakan pencegahan atau perbaikan
    10. Mencegah pelanggaran SLA yang mungkin terjadi
    11. Melaporkan penyesuaian SLA secara keseluruhan
    12. Mengulas kinerja terhadap SLA
    13. Menentukan apakah tujuan SLA realistis dan dapat dicapai
    14. Negosiasi ulang definisi layanan dan atau tingkat layanan dengan perusahaan

      4. Pemain Kunci 
      • Layanan pengguna/pelanggan : Siapapun yang sadar atau tidak sadar mengakses mengkonsumsi atau menggunakan layanan 
      • Agen layanan/pendukung : Personil bertugas memberikan layanan dan mendukung pengguna untuk mencoba menggunakannya 
      • Kelompok pengiriman : Tim fungsional yang bertanggung jawab untuk pemberian layanan dalam parameter yang disepakati 
      • Manajer pemberi layanan : Posisi dalam manajemen yang bertanggung jawab atas pemberian satu layanan atau lebih dari awal hingga akhir. Manajer pelayanan biasanya berfokus pada memberikan layanan sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati dengan menjaga pengeluaran tambahan dan biaya pengiriman serendah mungkin. 

      Manajemen SLA (Service Level Agreement): Pengertian, Contoh, dan Fungsi_


      5. SLA, Olas dan UPCs 


      ITIL menunjukkan bahwa setiap perjanjian tingkat layanan (SLA) yang didukung oleh satu atau lebih perjanjian tingkat operasional (Olas) dan bahwa SLA itu sendiri bertindak sebagai representasi untuk bisnis dengan syarat dan ketentuan khusus yang mengatur kinerja pelayanan sebagaimana ditetapkan dalam under pinning contract (UPC). Dapat dikatakan bahwa dalam banyak organisasi SLA tidak lebih dari setara TI untuk pemeriksaan dan tes fungsi dalam departemen Quality Assurance fasilitas produksi tahun 1970-an.

      ITIL mendefinisikan SLA sebagai sebuah perjanjian tertulis antara penyedia layanan TI dan stackholder, mendefinisikan target layanan kunci dan tanggung jawab kedua belah pihak dan harus pada kesepakatan agar saling menguntungkan. Sayangnya dalam lingkungan outsourcing perusahaan yang tidak jelas maka tidak pernah bisa melewati langkah pertama dari definisi ini dan berjalan ditempat.

      Mengingat bahwa banyak orang benar-benar menggunakan SLA sebagai sarana untuk memaksakan kegagalan pada pemasok, SLA hanya tepat untuk menggambarkan penggunaan kontrak outsourcing. SLA juga berpotensi memungkinkan timbulnya beberapa hukuman atas kegagalan layanan yang sama. Sederhananya, periode perhitungan SLA diatur untuk durasi yang lebih lama dari periode pelaporan.

      6. Elements of a Service Level Agreement

      Daftar berikut menguraikan unsur-unsur inti dari waktu tradisional didasarkan pada SLA :

      a. Tujuan dari SLA: Secara umum, SLA cenderung disusun dengan tujuan sebagai berikut :
        • Agar pihak terkait dapat mematuhi persyaratan kontrak
        • Peningkatan kepercayaan dan kepuasan pengguna
        • Mengawasi kinerja kelompok tertentu, individu atau sub-kontraktor
        • Identifikasi proses peluang perbaikan
        • Untuk menetapkan harapan pengguna secara tepat mengenai tingkat responsibilitas
        • Perbaikan sistem / keandalan dan stabilitas layanan
        • Untuk memungkinkan pihak non-performing dikenakan sanksi
        • Untuk memenuhi internal atau eksternal auditor / konsultan
        • Untuk menghasilkan data operasional yang akan dianalisis sebagai bagian dari inisiatif tindakan preventif
        • Untuk menunjukkan kinerja dan meningkatkan persepsi nilai fungsi TI dalam bisnis yaitu untuk meningkatkan visibilitas IT

        b. Fokus SLA: Fokus dari SLA sebenarnya untuk pemantauan. SLA juga harus menentukan jenis dan fitur yang membedakan dari hal-hal yang mudah untuk dilacak oleh SLA. Perawatan harus dilaksanakan untuk memastikan bahwa SLA hanya untuk mengukur apa yang perlu dan yang tidak perlu dilakukan.

        c. Periode pelaporan SLA : Biasanya metrik SLA didasarkan pada langkah-langkah kalender tradisional (yaitu harian, mingguan, bulanan, kuartalan dll) tetapi beberapa organisasi mulai merasionalisasi lebih dekat pada periode penting untuk bisnis misalnya ujung bulan, menutup kuartal, periode penjualan puncak dsb.


        d. Validasi : Jika SLA berguna untuk memberikan gambaran yang adil dan akurat dari kinerja, maka rincian tentang bagaimana cara melintasi batas-batas waktu pelaporan SLA harus ditangani dan perlu didefinisikan.

        e. Frekuensi Pemantauan : Pemicu penentuan kapan SLA harus mulai diukur/dilacak tertentu. Pemicu ini dimulai atau dihentikan saat pembuatan modifikasi (misalnya update status, tugas dll) dan dilakukan secara berkala dengan jadwal yang ditetapkan (misalnya setiap jam)
          • Proses Eskalasi : Frekuensi pemantauan adalah tingkat di mana SLA dievaluasi. Tingkat frekuensi harus cukup sering dilakukan untuk memastikan bahwa semua ambang eskalasi diidentifikasi pada saat jatuh tempo dengan keterlambatan minimal. Tetapi juga penting untuk tidak terlalu sering memeriksa karena hal ini akan menimbulkan beban pengolahan. Ada dua metode utama untuk mendefinisikan ketika aturan SLA dievaluasi yaitu Event based monitoring dan Time based monitoring
          • Ambang Eskalasi: Proses eskalasi mendefinisikan tindakan yang akan diambil selama siklus hidup SLA. Tindakan ini dapat difokuskan pada peningkatan kesadaran masalah atau target pada penugasan sumber daya tambahan.
          • Tindakan Eskalasi: Tindakan ini dimaksudkan untuk membuat orang sadar akan kasus yang mendasari dan untuk mempromosikan kecepatan resolusi dari masalah .
          • Eskalasi Threshold: Eskalasi threshold mendefinisikan bila tindakan, atau urutan tindakan, yang akan dimulai dalam kaitannya dengan kasus tertentu yang sedang dilacak terhadap SLA.
          • Mulai fungsi “Stop the Clock”: Banyak manajer pelayanan yang benar-benar yakin bahwa kadang-kadang akan ada situasi di mana tim pelayanan tidak dapat memenuhi fungsi mereka karena keadaan di luar kendali. Dalam kasus seperti itu mungkin saat tepat untuk menangguhkan SLA terkait untuk mencegah organisasi yang mengalami dampak negatif dari efek bahwa penundaan akan memiliki pada metrik kinerja pengiriman.
          • Melanjutkan SLA setelah “Restart”: Setelah berhenti, akan ada ketepatan bahwa salah satu berpotensi ingin restart lagi di beberapa titik
          • Berdiri bersih ketika kegagalan datang: Keadaan dan prioritas berubah pada setiap jam dalam kebanyakan penyedia IT dan sangat penting bahwa sistem yang mendukung proses pelayanan mampu bereaksi terhadap kebutuhan bisnis. Oleh karena itu diinginkan sistem pendukung yang secara otomatis menyesuaikan tujuan SLA dalam menanggapi perubahan dalam prioritas, dampak, lingkup dll sementara tiket masih dalam proses.


          7. Dynamic SLAs

          Memberikan tujuan SLA dapat dicapai tanpa harus pernah dilanggar. Paling tidak, pelanggaran seperti itu seharusnya tidak datang tiba-tiba bagi tim pelayanan sebagaimana mestinya dan selalu sadar kinerja mereka terhadap SLA dan posisi mereka pada akhir periode SLA saat ini.

          Setiap agen outsourcing IT yang tertarik untuk menghindari terkena sanksi terkait SLA mendedikasikan sumber daya yang cukup untuk proyeksi ke depan untuk menentukan apakah mungkin bahwa mereka akan melanggar tujuan SLA. Kontrak outsourcing besar biasanya memiliki sebanyak dua atau tiga orang yang berdedikasi untuk menciptakan prediksi pelayanan setiap hari.

          Prediksi ini biasanya akan didasarkan pada serangkaian skenario dan asumsi dengan memberikan kasus terburuk dan kasus terbaik dari langkah-langkah kemungkinan SLA. Untuk menentukan apakah suatu pelanggaran SLA mungkin dihindari, dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
          • Hitung kinerja saat melawan SLA
          • Memperkirakan kemungkinan kinerja untuk kasus-kasus yang sedang berlangsung
          • Pilih penggunaan layanan yang sesuai profil / model
          • Gunakan profil penggunaan untuk menentukan tingkat kemungkinan penggunaan layanan dalam periode SLA yaitu memperkirakan jumlah kasus di mana upaya pengiriman tersisa bisa dibagi untuk menambah atau mengurangi kinerja SLA keseluruhan
          • Kinerja ekstrapolasi SLA maju ke akhir periode SLA saat ini
          • Mengevaluasi apakah pelanggaran mungkin
          • Hitung SLA tujuan / target disesuaikan diperlukan untuk memastikan kepatuhan atau untuk meminimalkan tingkat atas pengiriman terhadap SLA
          • Menentukan apakah pelanggaran SLA tidak dapat dihindari berdasarkan target SLA disesuaikan
          • Ulangi proses berkala selama periode SLA

          Model prediksi tidak hanya memungkinkan manajer tingkat layanan untuk memperkirakan saat ini ke depan kinerja pengiriman untuk menentukan apakah atau tidak tujuan SLA akan puas, tetapi juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan antara profil kebutuhan yang sebenarnya dialami dan distribusi diantisipasi permintaan layanan. Perbedaan tersebut dapat menjadi indikator awal perubahan perilaku penggunaan jasa dan / atau juga dapat membantu untuk mengidentifikasi faktor-faktor generasi permintaan eksternal yang dapat secara radikal mengubah cara di mana pengguna menawarkan layanan tertentu.

          Tingkat akurasi model prediksi bisa sangat akurat, tetapi mereka mungkin tidak diperlukan untuk organisasi dengan karakteristik permintaan yang sangat stabil. Organisasi tersebut memutuskan untuk tidak dinamis memodelkan permintaan tetapi menggunakan nilai-nilai sejarah sebagai gantinya. Mengutak-atik konstan dapat menutupi masalah sistemik yang mendasari dan mencegah manajemen dari mengidentifikasi isu-isu yang terkait dengan proses yang memerlukan tindakan perbaikan atau pencegahan sedini mungkin mereka melakukannya sebaliknya.

          8. The Three Pillars of Service Quality Measurement
            Kebanyakan proses manajemen tingkat layanan fokus pada bidang-bidang berikut:
            1. Responsiveness: melacak berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan sesuatu. Kebanyakan SLA respon didasarkan pada asumsi bahwa orang tidak suka menunggu ketika meminta bantuan Response time sendiri bukan merupakan ukuran yang cukup untuk menentukan kualitas layanan.
            2. Ketersediaan: Ketersediaan metrik memantau proporsi kemungkinan sesuatu sedang online atau tersedia untuk digunakan pada saat itu. Teori adalah bahwa layanan harus tersedia pada permintaan sesering mungkin agar dapat melayani kebutuhan pengguna ketika mereka membutuhkannya untuk dilayani.
            3. Quality of Service: Secara historis, kualitas tindakan pelayanan dalam konteks IT telah didasarkan pada waktu yang dibutuhkan untuk sistem IT tertentu atau aplikasi melakukan sesuatu.

            Pulling it all Together – Aggregated SLAs

            Dalam skema besar hal, manajemen harus berkonsentrasi pada kinerja sistem secara keseluruhan dan harus memiliki kepercayaan yang cukup dalam tim mereka untuk meninggalkan proses, dan orang-orang yang bekerja proses, berurusan dengan kerlip statistik tak terelakkan bahwa akan selalu muncul sepanjang jalan. SLA Gabungan fokus pada kinerja keseluruhan sistem dan memperhitungkan variasi statistik.


            a. Agreed Service Levels – Resisting the Temptation to Over Deliver
            Jika anda merasa memiliki banyak sumber daya yang dapat memenuhi komitmen perusahaan anda maka silahkan acuhkan bab ini, tetapi apabila anda bekerja di dunia nyata yg memaksa untuk dilakukan keputusan dengan tepat tanpa membuat kesalahan lakukan hal ini. Cek fungisi IT jika ada untuk memonitor level diterimanya model SLA

            b. Service Quality Perception and the Sample of One
            Masing-masing pengguna cenderung memiliki pandangan yang terbatas dari performa IT­ secara keseluruhan dan mungkin memiliki pandangan dengan cara mereka sendiri. Rencana aksi berikut dapat bertindak sebagai alternatif yang lebih sesuai untuk membuat DBA anda yang paling menjadi perhatian :
            • Mengenali – Bekerja dari sesuai kebutuhan
            • Kontak – menjangkau dan secara langsung kepada mereka
            • Berempati – Memahami rasa sakit dan frustrasi
            • Memberikan – Melakukan apa saja untuk menjadi benar
            • Mendidik – membantu untuk melihat bagaimana permasalahan sesuai dengan gambarnya
            • Termasuk – melibatkan pengguna
            • Mengubah – membuat iklan yang baik untuk IT

            c. Traffic Lights
            Layanan IT mungkin mempunyai beberapa SLA lain dan sistem metrik dikaitkan dengan mereka. Penciptaan satu indikator layanan memerlukan berpikir keras berdasarkan pada relatif bobot-SLA, hukuman ambang batas dan yang tersisa di dalam waktu yang relatif pelaporan yang saat ini masa(s). Dalam dunia ideal, indikator composite SLA harus didasarkan pada performa saat ini, sisa waktu tersisa dalam periode SLA dan kemungkinan yang mendasari SLA akan dipenuhi. Biasanya Lebih lampu lalu lintas adalah berdasarkan pada suatu secara statistik cacat kombinasi performa data yang tidak banyak membantu manajemen senior memahami tingkat resiko yang paparan organisasi mereka menghadapi. perhitungan gabungan SLA mungkin juga memiliki tantangan berbeda seperti SLA pengukuran dan pelaporan periode Mei perlu penjajaran, atau di mana ini tidak mungkin, SLA mungkin perlu dihitung pada pekerja dasar dan digabungkan sesuai dengan yang telah ditentukan sebelumnya Menggabungkan SLA algoritma yang mengukur tipe yang berbeda dari parameter layanan juga menarik, seperti membandingkan waktu berdasarkan metrik dengan acara frekuensi dan seperti memerlukan hati pemikiran dan aplikasi mengadakan komplotan perbandingan

            d. Developing Meaningful Metrics that Help Improve Service Quality
            Ketika menentukan metrik layanan adalah penting untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang ingin anda ukur dan mengapa anda ingin mengukur. Tanyakan hal ini untuk menentukan.
            • Apakah metrik didefinisikan dengan jelas, dapat diukur dan bermanfaat untuk mereka yang melakukan pekerjaan tersebut
            • Apakah metrik difokuskan pada pengalaman pengguna akhir?
            • Apakah aktivitas mengukur produktif daripada sekedar monitoring kegiatan?


            e. Management by Numbers is a Self Fulfilling Prophecy – People Cheat!
            Hampir mustahil untuk melaksanakan proses ITSM apa pun yang aman. Setiap sistem dapat dipengaruhi untuk beberapa sejauh untuk memberikan metrik bahwa keinginan oleh hati licik manager dengan mata mereka tertuju pada sebuah bonus. Saran berikut dapat membantu untuk memerangi perilaku seperti itu, namun tetap pekerjaan manajemen untuk terus menerus meninjau sistem itu.
            • Menghindari menempatkan terlalu banyak penekanan pada satu metric
            • Hilangkan input manual dimanapun.
            • Gunakan pihak ketiga untuk mengumpulkan data penting
            • Gunakan model analisa yang masuk akal.

            Sekian artikel tentang Manajemen SLA (Service Level Agreement): Pengertian, Contoh, dan Fungsi. Semoga bermanfaat.

            Daftar Pustaka 
            1. Douglas Alger (2005), Build the Best Data Center Facility for Your Business, Cisco Press, Indianapolis, USA.
            2. Mauricio Arregoces, Maurizio Portolani (2003), Data Center Fundamentals, Cisco Press, USA.
            3. Kailas Jayaswal (2006), Administering Data Centers: Servers, Storage, and Voice over IP, Wiley Publishing, Inc, USA.
            4. Hubbert Smith (2011), Data Center Storage: Cost Effective Strategies, Implementation, and Management, CRC Press, USA
            5. Diah Eka Yulianti, Hafda Bayu Nanda (2008). Best Practice Perancangan Data Center.OPenContent License.

            Senin, 15 Mei 2017

            PERBANDINGAN KERANGKA KERJA

            A.    COBIT

                  COBIT(Control Objectives for Information and Related Technology merupakan kerangka kerja audit yang lengkap, dan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat oleh Information System Audit and Control Association(ISACA) dan IT Governance Institute(ITGI) pada tahun 1992, COBIT Framework adalah standar kontrol yang umum terhadap teknologi informasi, dengan memberikan kerangka kerja dan kontrol terhadap teknologi informasi yang dapat diterima dan diterapkan secara internasional.
                  COBIT bermanfaat bagi manajemen untuk membantu menyeimbangkan antara resiko dan investasi pengendalian dalam sebuah lingkungan IT yang sering tidak dapat diprediksi. Bagi user ini menjadi sangat berguna untuk memperoleh keyakinan atas layanan keamanan dan pengendalian IT yang disediakan oleh pihak internal atau pihak ketiga. Sedangkan bagi Auditor untuk mendukung atau memperkuat opini yang dihasilkan dan memberikan saran kepada manajemen atas pengendalian internal yang ada. COBIT terdiri dari 4 domain, yaitu: 
            • Planning & Organization 
            • Acquisition & Implementation 
            • Delivery & Support 
            • Monitoring & Evalution


            B.  ITIL

               ITIL(Information Technology Infrastructure Library) merupakan sebuah kerangka kerja atau konsep yang menggambarkan praktek terbaik dalam manajemen layanan teknologi infrmasi(IT) dan berfokus pada pengembangan dan pengukuran yang terus menerus terhadap kualitas dari layanan IT yang diberikan baik terhadap bisnis atau pelanggan. Fokus dari ITIL sendiri ialah memberikan kontribusi dan keuntungan dalam menjalankan teknik-teknik dan proses-proses pada organisasi.
                   Pada 30 Juni 2007, OGC menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:

            • Service Strategy
            • Service Design
            • Service Transition
            • Service Operatio
            • Continual Service Improvement

            C. ASL

                 ASL(Application Service Library) adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah "perpustakaan" digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation. ASL dikembangkan pada akhir tahun sembilan puluhan di Belanda, awalnya sebagai model R2C proprietary, yang berkembang menjadi ASL pada tahun 2000. Pada tahun 2001 itu disumbangkan oleh IT Service Provider PinkRoccade ke ASL Foundation, sekarang ASL BiSL Foundation. Versi ASL2 diterbitkan pada tahun 2009. ASL2 ini dimaksudkan untuk mendukung Manajemen Aplikasi dengan menyediakan alat-alat. Dua kategori utama bantu didefinisikan: Deskripsi dari proses untuk Manajemen Aplikasi. Ditambah penggunaan praktek-praktek terbaik terminologi standar, menghindari perangkap berbicara tentang topik yang berbeda saat menggunakan kata-kata yang sama. Tujuan dari ASL adalah untuk membantu dalam profesionalisasi Manajemen Aplikasi.
                Ada 4 proses dalam cluster Dukungan Aplikasi. Proses dalam cluster Organisasi Layanan mendukung penggunaan sehari-hari dari sistem informasi. Proses dalam cluster ini adalah:
            1.Use Support
            2.Configuration Management
            3.IT Operation Management
            4.Continuity Management           

            PERBANDINGAN ANTARA COBIT vs ITIL vs ASL

            • COBIT adalah kerangka tata kelola TI dan toolset mendukung dikembangkan oleh ISACA. ISACA pandangan ITIL sebagai pelengkap untuk COBIT. Mereka melihat COBIT menyediakan peran pemerintahan dan jaminan sementara ITIL memberikan bimbingan untuk manajemen layanan. sedangkan ASL itu sendiri dikembangkan karna dalam ITIL tidak memadai untuk manajemen aplikasi, tidak memiliki pedoman khusus untuk aplikasi desain, pengembangan, pemeliharaan dan dukungan.
            • Keuntungan yang diperoleh dari ITIL adalah bisnis yang lebih kompetitif diantaranya dengan meningkatnya kepuasan dan pelayanan nasabah, meningkatnya availability dan reliability dari pelayanan IT, meningkatnyaroles dan responsibilities dari organisasi IT, menghubungkan IT dengan bisnis dan bisnis dengan IT. sedangkan keuntungan COBIT Efektif dan Efisien, Berhubungan dengan informasi yang relevan dan berkenaan dengan proses bisnis, dan sebaik mungkin informasi dikirim tepat waktu, benar, konsisten, dan berguna. Proteksi terhadap informasi yang sensitif dari akses yang tidak bertanggung jawab. Lalu keuntungan ASL untuk membantu dalam profesionalisasi Manajemen Aplikasi.
            • COBIT dan ITIL cocok digunakan sebagai IT Governance framework dan IT manajement framework, sedangkan ASL cocok untuk IT manajement framework. 

            Sumber :
            http://www.kajianpustaka.com/2014/02/pengertian-sejarah-dan-komponen-cobit.html
            http://informasi-disini.blogspot.co.id/2016/03/apa-itu-itil-information-technology.html
            http://fikkysoftskill4.blogspot.co.id/

            Rabu, 19 April 2017

            REVIEW JURNAL

            Analisi Tata Kelola Teknologi Informasi(It Governance) pada Bidang Akademik dengan Cobit Frame Work Studi Kasus pada Universitas Stikubank Semarang


            Agus Prasetyo Utomo dan Novita Mariana
            Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Stikubank Semarang 

            A. Latar belakang 
                 Tata kelola TI atau IT  (Information Technology) Governance merupakan struktur hubungan dan proses untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi untuk mencapai tujuannya dengan menambahkan nilai ketika menyeimbangkan resiko dibandingkan denga TI dan prosesnya. Dalam penelitian jurnal tersebut dihasilkan suatu rekomendasi IT Governance yang merupakn pengembangan dari IT Governance yang sudah dilaksanakan oleh Institusi saat ini, namun saat proses IT Governance belum dilakukan secara menyeluruh. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan pengolahan IT yang baik dan benar agar keberadaan IT mampu untuk menunjang kesuksesan organisasi dalam pencapaian tujuannya. IT Governance merupakan bagian terkait dengan Coporate Governance . Beberapa hal mendasar jika dibandingkan dengan Coporate Governance adalah IT Governance berkaitan dengan bagaimana top manajemen memperoleh kenyakinan bahwa Manager Sistem Informasi (Chief Information Officer) dan organisasi TI dapat memberikan return berupa value bagi organisasi.

                 Dalam pelaksanaan layanan akedemik itu perlu adanya penggunaan TI yang dapat mendukung kecepatan, kemudahan dan kenyamanan dalam layanan akademik, sehingga kualitas layanan dalam akademik dapat diberikan kepada mahasiswa. Namun terdapat permasalahan dalam sistem informasi akademik yang ada saat ini yaitu pengawasan maunpun penilaian terhadap kinerja TI khususnya sistem informasi akademik yang digunakan dan dievaluasi kinerja sistem maupun karyawan TI maupun karyawan non TI yang terlibat dalam sistem informasi akademik tersebut belum dilakukan secara optimal dari pihak Universitas karena pengawasan dan penilaian terhadap TI hanya dilakukan saat adanya keluhan dari unit kerja mengenai layanan TI. Pembuatan IT Governance dalam penelitian tersebut menngunakan kerangka kerja COBIT (Control Objectives For Information And Related Technology). Dimana konsep dasar kerangka kerja COBIT adalah penetuan kendali dalam TI didasarkan kepada informasi yang diperlukan untuk mendukung tujuan bisnis dan informasi yang dihasilkan dari gabungan penerapan proses TI dan sumber daya terkait.

            B. Masalah
                 Masalah yang menjadi contoh kasus dalam jurnal ini cara menerapkan IT Governance pada UNISBANK terutama yang berhubungan dengan TI yang digunakan dalam layanan akademik. Merancang IT Governance yang menghubungkan domain Deliver and Support (DS) dengan Monitor and Evaluated(ME) yang ada di COBIT dimana masing-masing domain terdiri dari beberapa proses.  

                  Selain itu pengendalian proses TI Lembaga berdasarkan Key Performance Indicator(KPI) untuk setiap contol process. memetakan tingkat maturity proses TI Lembaga saat ini sehingga dapat diukur posisi proses saat ini. Dan juga rekomendasi IT Governance yang dibuat untuk control process yang diprioritaskan selaras dengan strategi bisnis Lembaga.

            C. Metode
                 Melakukan studi lapangan mengenai proses penggunaan TI yang sedang berjalan dan mengumpulkan dokumen mengenai visi, misi, strategi, tujuan dan struktur Lembaga UNISBANK. Analisi data yang berkaitan dengan domain DS dan ME. Membuat kuesioner skala prioritas yang ditujukan Keplaa BAAK sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam kegiatan layanan akademik dan Kepala P2ICT sebagai pihak yang bertanggung atas pengadaan dan pengolahan TI yang ada di UNISBANK. Analisis data hasil kuesioner atau hasil pengamatan langsunng dan pengalaman yang dirasakan user yang menggunakan informasi yang dihasilkan oleh layanan akademik maupun keterlibatan dalam pembuatan sistem informasi akademik yang digunakan, data yang berkaitan dengan pengolahan TI saat imi yang terdokumentasi, perhitungan skala prioritas masing-masing control process yang terdapat pada domain DS dan ME.

                 Membuat kuesioner untuk control process dengan pertanyaan yang disusun berdasarkan management guidelines COB IT yang disesuaikan dengan keadaan pengelolaan TI saat ini. Analisi hasil kuesioner dimana pada tahapan ini dilakukan pemetaan pengelolaan TI layanan akademik UNISBANK dengan mengacu pada COBIT. 

            D.  Hasil 
                 Jumlah responde yang dipilih untuk pengisian kuesioner dalam penelitian jurnal tersebut sebanyak 37 orang responde yaitu meliputi karyawan P2ICT dan karyan BAAK, dosen dan mahasiswa UNISBANK tingkat akhir. Responden dipilih karena mereka yang mempunyai kemampuan untuk menilai penggunaan TI yang berkaitan denga kegiatan layanan akademik UNISBANK. DAlam penelitian jurnal tersebut tidak semua data yang diperoleh dari respenden kuesioner dikatan layak untuk diproses lebih lanjut. Jika semua butir pertanyaan yang aa dijawaban sesuia dengan cara pengisian kuesioner maka data kuesioner layak dan dapat diperoleh lebih lanjut.

                Kuesioner dalam penelitian ini dibuat menggunakan model pengukuran ordinsl skala likert. Ukuran dalam model tersebut meliputi ukuran ordinal dan ukuran nominal. Ukuran ordinal merupakan angka tyang diberikan dimana angka tersebut mengandung pengertian tingkatan. Ukuran nominal digunakan untuk mengurutkan obyek dari tingkatan terendah sampai tertinggi.  Ini tidak memberikan nilai absolute terhadap obyek, tetapi hanya memberikan urutan tingkatan dari tingkat terendah sampai tingkatan tertinggi.

                  Tujuan uji validalitas intrumen dalam penelitan jurnal tersebut yakni untuk memastikan secara statistik dengan butir pertanyaan yang digunakan dalam penelitian valid atau tidak, yaitu dapat digunakan dalam pengambilan dan penelitian. Pengujian validalitas menggunakan metode analisis faktor dengan cara mengorelasikan masing-masing item dengan skor total sebagai jumlah setiap item sehingga dapat diperoleh koefisien korelasi. Dan untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu variabel yang diujikan dalam jurnal dengan melakukan perbandingan nilai component matriks atau factor loading-nya,

            E. Kesimpulan
                Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Lembaga UNISBANK memiliki pengelolaan TI dalam mendukung layanan akademik dan dirasakan perlu dilakukan perbaikan terhadap beberapa control process yang dirasakan sangat penting menurut Lembaga yang terkait saat ini. Penentuan control process melatih dan mendidik users, mengelola data dari domain delivery and support, memonitor dan evaluasi kinerja TI dari domain monitor and evaluate merupakan control process yang penting untuk diperbaiki.
                  Dalam pembuatan rekomendasi IT Governance dilakukan berdasarkan posisimaturity masing-masing control process tersebut. Untuk menentukan maturity tersebut menggunakan model maturity yang merupakan pemetaan yang menggambarkan kondisi control process tersebut pada saat ini dan dilakukan perbandingan antara keadaan saat ini dan hasil pemetaan. Dari model maturity tersebut didapatkan bahwa control process melatih dan mendidik users berada pada posisi dapat diulang, mengelola data berada pada posisi dapat diulang, memonitor dan evaluasi kinerja TI berada pada posisi inisialisasi.

            sumber jurnal :
            http://www.unisbank.ac.id/ojs/index.php/fti1/article/view/361/238

            Kamis, 12 Januari 2017

            TREND SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIDANG KESEHATAN DAN MEDIA

            1.  TREND SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIDANG KESEHATAN



            • PERKEMBANGAN


            Sistem Informasi Kesehatan di Indonesia telah dan akan mengalami 3 pembagian masa sebagai berikut :
            1.   Era manual (sebelum 2005)
            2.    Era Transisi (tahun 2005 – 2011)
            3.     Era Komputerisasi (mulai 2012)
            Masing-masing era Sistem Informasi Kesehatan memiliki karakteristik yang berbeda sebagai bentuk adaptasi dengan perkembangan zaman 
            1.     Era Manual (sebelum 2005) 
            Pada era manual ini dimulai sebelum tahun 2005. Pada era manual Aliran data terfragmentasi. Aliran data dari sumber data (fasilitas kesehatan) ke pusat melalui berbagai jalan. Data dan informasi dikelola dan disimpan oleh masing-masing Unit di Departemen Kesehatan. Bentuk data nya agregat. Kelemahan nya adalah Sering terjadi duplikasi dalam pengumpulan data dan Sangat beragamnya bentuk laporan. Kemudian Validitas nya masih diragukan. Data yang ada sulit diakses. Karena banyaknya duplikasi, permasalahan kelengkapan dan validitas, maka data sulit dioah dan dianalisis. Dan terpenting dalam Pengiriman data masih banyak menggunakan kertas sehingga tidak ramah lingkungan.
            2.     Era Transisi (2005 – 2011) 
            Dimulai masa transisi pada tahun 2005 sampai 2011 Komunikasi data sudah mulai terintegrasi (mulai mengenal prinsip 1 pintu, walau beberapa masih terfragmentasi). Peresebaran data Sebagian besar data agregat dan sebagian kecil data individual. Sebagian data sudah terkomputerisasi dan sebagian masih manual. Keamanan dan kerahasiaan data kurang terjamin. Pada masa transisi ini posisi nya masih setengah setengah karena mulai menggunakan sistem komputerisasi tapi masih belum meninggalkan sistem manual.
            3.     Era Komputerisasi (mulai 2012) 
            Baru pada 2012 era komputerisasi dimulai , pada era ini Pemanfaatan data menjadi satu pintu (terintegrasi). Data yang ada adalah individual (disagregat). Data dari Unit Pelayanan Kesehatan langgsung diunggah (uploaded) ke bank data di pusat (e-Helath). Penerapan teknologi m-Health dimana data dapat langsung diunggah ke bank data. Keamanan dan kerahasiaan data terjamin (memakai secure login). Lebih cepat, tepat waktu dan efisien yang pastinya Lebih ramah lingkungan.

            TREND TEKNOLOGI INFORMASI DI BIDANG KESEHATAN
            SEKARANG INI

            Seiring berkembangnya teknologi di jaman sekarang telah hadirnya berbagai jenis alat medis dengan teknologi yang sangat canggih, sehingga kesejahteraan rakyat pun semakin meningkat.Teknologi  alat medis pun semakin menjadi prioritas dunia dalam menciptakan alat-alat yang mampu  membantu para dokter dan suster dalam melayani pasien-pasien secara cepat dan akurat. Sehingga kekuatiran masyarakat ketika mengalami sakit akan jauh berkurang. Sehingga setiap negara berlomba-lomba dalam kemajuan medis sehingga melakukan penelitian bertahun-tahun dengan anggaran yang tinggi agar dapat mampu menciptakan teknologi yang mampu membantu manusia dalam segi medis. Berikut adalah beberapa contoh tren teknologi kesehatan yang berkembang akhir akhir ini :
            1. Lechal


             alat yang di ciptakan khusus untuk para tunanetra. Alat ini mampu membantu mengarahkan tunanera saat berjalan, alat ini direkomendasikan dipasang di sepatu tunanetra dengan mengunakan teknologi bluetooth yang di hubungkan  dengan HP pengguna, dan kemudian alat tersebut akan memandu mereka melalui perintah suara, sehingga alat terbaru ini sangat membantu para tunanetra dalam beraktifitas.
            2. Robot Check Up Untuk Kesehatan


            Alat canggih mengenai robot yang bisa digunakan untuk alat check up akan sangat membantu dunia medis dalam mengembangkan teknologinya. Perusahaan iRobot Corp dan In Touch health adalah dua perusahaan di dunia robotik yang mampu mengembangkan kecanggihan alat untuk tren teknologi kesehatan. Dengan tujuan dibuatnya alat ini dikhususkan bagi rumah sakit yang memiliki pasien banyak dan mengantisipasi akan keramaian yang terjadi. Sehingga rumah sakit tersebut mampu melanyani setiap pasien yang akan datang.
            3. Scaner Kanker Kulit Dengan Basis Gelombang Elektromagnetik


            Alat ini juga merupakan salah satu penemuan terbesar yang di buat oleh Mela Find yang berfungsi sebagai scaner kanker kulit, alat ini digunakan sebagai delector untuk mengetahui jenis kanker kulit , alat ini tidak akan berbahaya. Penggunaan akan teknologi penemuan terbaru ini telah menggunakan teknologi fotografi dengan jenis gelombang elektromagnetik dan data yang telah terkumpul akan di cocokkan dengan menggunakan data base melanoma yang sudah ada dan terkumpul sebelumnya.
            4. Aspirin Elektrik


            merupakan salah satu penemuan yang sangat membantu banyakn orang yang terserang Migran atau sakit kepala sering sekali dialami oleh setiap orang. Dan untuk cara mengobati terkadang kita akan memiliki dengan meminum obat. Namun sekarang tidak usah khawatir, karena kini telah hadir penemuan teknologi terbaru aspirin yang bisa Anda gunakan sebagai cara cepat mengobatinya. Alat penemuan ini dibuat dengan menggunakan pemancar listrik kecil yang akan mampu membuat migrant atau sakit kepala Anda bisa teratasi dengan cepat.
            5. Alat Operasi Untuk Tambal Katup Pada Jantung



            Kecanggihan penemuan tren teknologi terbaru dunia medis yang satu ini memang sangat menakjubkan. Alat yang digunakan sebagai cara untuk mengoperasi jantung serta pemasangan katupnya ini akan mampu melewati fase operasi dengan sangat mudah. Alat ini digunakan untuk masalah operasi jantung dan cara untuk menambalnya.
            6. Drone ambulans


            Teknologi yang satu ini dikembangkan di Belanda oleh kampus bernama Delft University of Technology. Drone ini  dilengkapi dengan kamera , speaker, dan seperangkat alat medis yang dapat meluncur lebih cepat ke  tempat dibanding ambulans konvesional. Ia bekerja di udara dan memantau lingkungan sekitar, dan akan langsung bergerak cepat tanggap ketika ada panggilan. Orang yang memanggil drone ini akan berinteraksi dengan dokter asli secara online yang akan mengarahkan orang tersebut menolong pasien dan memberikan pertolongan pertama dengan alat yang tersedia dalam drone.
            • MANFAAT

            ¾    Mendiagnosa suatu penyakit dan menentukan obat yang cocok
            ¾    Melihat dan menganalisa organ – organ tubuh bagian dalam manusia
            ¾    Memonitoring status pasien, merecord data pribadi pasien dan riwayat penyakit pasien
            ¾    Melakukan penelitian ilmiah yang diperlukan
            ¾    Memasukkan, menyimpan, menggelompokkan dan mengolah data – data secara cepat dan mudah
            ¾    Mendeteksi DNA seseorang
            ¾    Mengecek dan mengethaui hasil tes darah di laboratorium
            ¾    Sebagai alat Bantu dalam pemeriksaan medis
            Intinya, dengan adanya komputer dalam bidang kesehatan sangatlah membantu. Kegiatan – kegiatan yang tadinya belum bisa dilakukan, saat ini sudah dapat dilakukan dengan komputer. Penggunaan komputer membuat pekerjaan seseorang menjadi lebih mudah, cepat dan akurat.

            • PERANAN KOMPUTER DI BIDANG KESEHATAN

            §  Bidang administrasi
            Dengan adanya komputer di dalam dunia administrasi sangat membantu di dalam penyimpanan, pengelompokan, dan pengolahan data. Tanpa komputer, akan sangat sulit sekali untuk memeriksa banyaknya data – data pasien, stok obat, dan data – data lainnya yang dimiliki oleh rumah sakit. Namun dengan adanya komputer, memeriksa data – data pasien, stok obat dan juga data keuangan rumah sakit akan mudah dan praktis untuk dilakukan. Dengan adanya penggunaan komputer dan sistem – sistem yang canggih di dalamnya sangat mempermudah jalannya suatu sistem di rumah sakit tersebut.
            §  Bidang farmasi
            Dalam bidang obat – obatan komputer juga berperan sangat penting dalam farmasi, misalnya untuk merecord resep dan dosis, serta menyimpan data harga obat – obatan tersebut. Selain itu, dengan adanya komputer dalam bidang farmasi juga membantu untuk mengelompokkan macam-macam obat berdasarkan kegunaannya, misalnya Panadol, Feminax, Ponstan adalah obat penahan rasa sakit.
            §  Mendiagnosa suatu penyakit
            Dengan adanya komputer DNA yang sudah di rancang khusus di dalam bidang kesehatan mendiagnosa suatu penyakit bukan hal yang sulit lagi, karena dengan menggunakan komputer akan lebih cepat, mudah dan akurat untuk mengetahui nama dan jenis suatu penyakit.
            §  Memonitoring status pasien
            Pasien yang sudah pernah datang atau baru pertama kali berobat akan dengan mudah dilacak. Data – data personal pasien juga dengan mudah dilihat. Selain itu, dokter ataupun perawat dapat melihat rekaman hasil periksa, keluhan dan riwayat penyakit sebelumnya yang pernah diderita oleh si pasien, tanggal kedatangan pasien terakhir kali berobat, record resep yang pernah diberikan, dan masih banyak lagi.
            §  Penelitian
            Penelitian ilmiah yang sering dilakukan dalam bidang kesehatan sangatlah bergantung pada penggunaan komputer. Penggunaan komputer dapat memaksimalkan hasil penelitian, karena dengan adanya komputer penelitian itu dapat di telusuri lebih dalam dan lebih detail. Misalnya penelitian untuk mendeteksi bakteri atau virus baru, pendeteksian DNA, dan lain sebagainya.
            §  Melihat dan menganalisa organ – organ tubuh bagian dalam manusia
            Untuk dapat melihat organ tubuh bagian dalam manusia telah ditemukan begitu banyak alat canggih, namun hampir seluruh alat tersebut masih bergantung pada perangkat komputer sebagai sarana untuk penyaluran data ataupun gambarnya. Oleh karenanya, komputer memiliki peranan yang vital juga dalam melihat dan menganalisa organ – organ tubuh manusia tersebut.

            • PENGERTIAN SISTEM E-HEALTH

            E-Health atau Electronic Health adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi termasuk pula elektronika, telekomunikasi, computer dan informatika untuk memproses berbagai jenis informasi kedokteran, guna melaksanakan pelayanan klinis (diagnose atau terapi), adaministrasi serta pendidikan. Dalam E-health factor jarak tidak dipersoalkan karena semua kegiatannya di lakukan melalui koneksi data dan secara realtime.

            Diagram Sederhana System E-Health




            Secara sederhana sistem E-Health terdiri atas sejumlah “Stasiun Medis” yang satu sama lain dihubungkan dalam suatu jaringan (Network). Suatu stasiun medis sendiri dapat terdiri atas :
            1. Komputer dengan perangkat lunak di dalamnya
            2. Sebuah perangkat antar-muka pasien
            3. Sejumlah instrument biomedika (tergantung keperluan)
            4. Sebuah perangkat antar-muka pengguna (berikut alat input output yang digunakan)
            5. Jaringan dan perangkat telekomunikasi yang tersedia.
            Pada dasarnya setiap stasiun medis dapat berhubungan dengan stasiun medis lainnya secara
            1. Real-time (secara sinkron), contohnya saat telekonsultasi antara dokter umum dan dokter spesialis mengenai kasus darurat seorang pasien.
            2. Store and forward, pengiriman informasi dan pembacaannya tidak pada saat yang sama, contohnya dalam penyampaian singkat jumlah rekapitulasi jumlah pasien di suatu puskesmas selama sebulan beserta informasi penting secara singkat.
            Maanfaat dan Kendala Dari Penggunaan Sistem E-Health.
            Sistem E-Health ini begitu bermanfaat bagi dunia kesehatan dan kedokteran saat ini, dikarenakan untuk mengimbangi tingginya aktivitas dan penyampaian informasi secara detail dan cepat memang memerlukan penerapan suatu teknologi berbasis komputerisasi, berikut manfaat lain dari penerapan sistem E-Health dalam dunia kedokteran :
            1. Peningkatan efisiensi atau penurunan biaya.
            2. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
            3. Pembuktian diagnose melalui evaluasi ilmiah
            4. Pemberdayaan pasien dan konsumen
            5. Mendorong terjadinya hubungan yang lebih baik antara pasien dan tenaga kesehatan
            6. Pendidikan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat
            7. Mendorong tumbuhnya komunikasi dan pertukaran informasi antar lembaga pelayanan kesehatan
            8. Perluasan ruang lingkup pelayanan kesehatan.
            • CONTOH PENERAPAN E-HEALTH PADA DUNIA KESEHATAN 

            1 Sistem Resep Elektronik


            Merupakan sistem komputerisasi penulisan resep obat yang juga dikenal dengan E-Prescription, dimana pada sistem ini dokter menuliskan dan mengirimkan resep kepada bagian farmasi/apotek menggunakan media elektronik menggantikan tulisan tangan dan penggunaan media kertas.
            Sistem ini dibuat untuk menghindari terjadinya ROM (Reaksi Obat Merugikan) yang biasa disebabkan oleh adanya kesalahan pemakaian obat selama dalam penanganan tenaga kesehatan, yang sebenarnya hal ini dapat dicegah apabila dilakukan dengan lebih teliti dan hati-hati.
            Kesalahan tersebut dapat dibagi dalam 4 fase :
            1. Fase penulisan resep
            2. Fase pembacaan resep
            3. Fase penyiapan hingga penyerahan resep oleh petugas apotek
            4. Fase penggunaan obat oleh pasien 
            2  Cara Kerja Sistem Resep Elektronik
            Resep elektronik ini terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak, perangkat keras yang digunakan adalah computer dan perangkat lunak yang digunakan adalah perangkat lunak resep elektronik dengan modul pendeteksi ROM (Reaksi Obat Merugikan).
            Satu computer digunakan sebagai server (pusat data). Server tersebut dihubungkan dengan computer-komputer lainnya menggunakan hub pada LAN (Local Area Network). Perangkat lunak hanya di instalasi di computer server saja dan sistem ini dapat digunakan pada satu, dua atau banyak computer.
            Perangkat lunak pada sistem resep elektronik pendeteksi ROM ini secara sederhana mempunyai fungsi sebagai berikut  :
            1. Mencatat semua data pasien yang dapat dengan mudah dicari kembali
            2. Menulis resep elektronik tanpa kertas dan dapat langsung dikirim ke apotek, sehingga pasien dapat langsung pergi ke apotek untuk ambil obat.
            3. Membantu bapak ibu dokter dalam menulis resep dengan memberikan informasi mengenai obat yang akan diresepkan dan mendeteksi apabila ada interaksi antara obat-obata tersebut dalam resep dengan memberi peringatan sebelum obat dikirimkan ke apotek.
            4. Mencatat data penggunaan obat
            5. Membuat laporan dengan lebih cepat dan mudah
            Dengan adanya sistem seperti ini sebenarnya akan sangat memudahkan seorang dokter dalam bekerja dan menghindari terjadinya kesalahan dalam pemberian suatu resep yang dapat menimbulkan kerugian pada pasien, sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan.

            • BIOINFORMATIKA


            Bioinformatika merupakan ilmu terapan yang lahir dari perkembangan teknologi informasi dibidang molekular. Pembahasan dibidang bioinformatik ini tidak terlepas dari perkembangan biologi molekular modern, salah satunya peningkatan pemahaman manusia dalam bidang genomic yang terdapat dalam molekul DNA.

            Kemampuan untuk memahami dan memanipulasi kode genetik DNA ini sangat didukung oleh teknologi informasi melalui perkembangan hardware dan soffware. Baik pihak pabrikan sofware dan harware maupun pihak ketiga dalam produksi perangkat lunak. Salah satu contohnya dapat dilihat pada upaya Celera Genomics, perusahaan bioteknologi Amerika Serikat yang melakukan pembacaan sekuen genom manusia yang secara maksimal memanfaatkan teknologi informasi sehingga bisa melakukan pekerjaannya dalam waktu yang singkat (hanya beberapa tahun).

            Perkembangan teknologi DNA rekombinan memainkan peranan penting dalam lahirnya bioinformatika. Teknologi DNA rekombinan memunculkan suatu pengetahuan baru dalam rekayasa genetika organisme yang dikenala bioteknologi. Perkembangan bioteknologi dari bioteknologi tradisional ke bioteknologi modren salah satunya ditandainya dengan kemampuan manusia dalam melakukan analisis DNA organisme, sekuensing DNA dan manipulasi DNA.

            Sekuensing DNA satu organisme, misalnya suatu virus memiliki kurang lebih 5.000 nukleotida atau molekul DNA atau sekitar 11 gen, yang telah berhasil dibaca secara menyeluruh pada tahun 1977. Kemudia Sekuen seluruh DNA manusia terdiri dari 3 milyar nukleotida yang menyusun 100.000 gen dapat dipetakan dalam waktu 3 tahun, walaupun semua ini belum terlalu lengkap. Saat ini terdapat milyaran data nukleotida yang tersimpan dalam database DNA, GenBank di AS yang didirikan tahun 1982.

            Bioinformatika ialah ilmu yang mempelajari penerapan teknik komputasi untuk mengelola dan menganalisis informasi hayati. Bidang ini mencakup penerapan metode-metode matematika, statistika, dan informatika untuk memecahkan masalah-masalah
            biologi, terutama yang terkait dengan penggunaan sekuens DNA dan asam amino. Contoh topik utama bidang ini meliputi pangkalan data untuk mengelola informasi hayati, penyejajaran sekuens (sequence alignment), prediksi struktur untuk meramalkan struktur protein atau pun struktur sekunder RNA, analisis filogenetik, dan analisis ekspresi gen.

            Bioinformatika pertamakali dikemukakan pada pertengahan 1980an untuk mengacu kepada penerapan ilmu komputer dalam bidang biologi. Meskipun demikian, penerapan bidang-bidang dalam bioinformatika seperti pembuatan pangkalan data dan pengembangan algoritma untuk analisis sekuens biologi telah dilakukan sejak tahun 1960an.

            2. TREND SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI NEW MEDIA


            Media Baru adalah istilah yang dimaksudkan  untuk mencakup kemunculan digital, komputer, atau jaringan teknologi informasi dan komunikasi di akhir  abad ke-20. Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai media baru adalah digital, seringkali memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan, padat, mampat, interaktif dan tidak memihak. Secara sederhana media baru adalah media yang terbentuk dari interaksi antara manusia dengan komputer dan internet secara khususnya. Termasuk di dalamnya adalah web, blog, online social network, online forum dan lain-lain yang menggunakan komputer sebagai medianya.
            Menurut para ahli :                                                                
            Menurut Everett M. Rogers (dalam Abrar, 2003:17-18) merangkumkan perkembangan media komunikasi ke dalam empat era. Pertama, era komunikasi tulisan, Kedua, era komunikasi cetak, Ketiga, era telekomunikasi, dan Keempat, era komunikasi interaktif. Media baru adalah media yang berkembang pada era komunikasi interaktif.
            Menurut Ron Rice mendefinisikan media baru adalah media teknologi komunikasi yang melibatkan komputer di dalamnya (baik mainframe, PC maupun Notebook) yang memfasilitasi penggunanya untuk berinteraksi antar sesama pengguna ataupun dengan informasi yang diinginkan.
            Sementara menurut McQuail, media baru adalah tempat dimana seluruh pesan komunikasi terdesentralisasi; distribusi pesan lewat satelite meningkatkan penggunaan jaringan kabel dan komputer, keterlibatan audiens dalam proses komunikasi yang semakin meningkat.
            • MANFAAT NEW MEDIA

            - Bidang Sosial
            Dalam bidang ini banyak menyita perhatian masyarakat misalnya saja berbagai macam jejaring sosial yang sekarang di minati masyarakat seperti facebook, twitter, skype, yahoo messenger, my space, hello dll. Dengan menggunakan jejaring sosial ini dengan mudah dapat menjalin komunikasid dengan semua user dibelahan dunia manapun.
            - Bidang Industri/Dagang
            Dalam bidang ini memudahkan bagi siapa pun yang ingin menawarkan/mempromosikan produk tertentu sehingga tidak susah susah untuk membuka toko dan promosi langsung didepan konsumen, melalui new media pedagang dapat mempromosikan produk nya melalui membuka online shop, bisa melalui facebook, twitter atau kaskus.
            - Bidang Pendidikan
            Dalam bidang ini sangat memudahkan bagi pelajar maupun pengajar dalam mendapatkan materi yang di inginkan. Bisa melalui search engine kita bisa mendapatkan segala informasi, atau dengan fasilitas E-book, fasilitas email juga bisa membantu dalan proses mengerjakan tugas atau saling tukar informasi.
            - Bidang Lowongan Kerja
            Dalam bidang ini bagi yang ingin mencari pekerjaan cukup searching di internet lalu mendaftar secara online bahkan bisa mengikuti tes masuk secara online juga, tidak perlu lagi susah payah datang dari kantor ke kantor.
            • TANTANGAN NEW MEDIA

            Perkembangan teknologi secara global telah mengubah wajah media-media konvensional seperti koran, majalah, radio, dan televisi, terutama setelah munculnya Internet. Awalnya kemunculan internet ini tidak disangka oleh beberapa pengamat akan berdampak begitu besar pada banyak hal, mulai dari politik, ekonomi, sampai sosial. Internet sudah menjadi salah satu aspek kehidupan sehari-hari. Internet juga semakin mudah diakses dengan bermunculannya telepon genggam pintar atau smartphone dan gadget-gadget lainnya, seperti tablet. Terlebih dengan semakin banyaknya penyedia pelayanan Internet di Indonesia yang menawarkan harga yang kompetitif dan mudah terjangkau, internet pun berhasil mengubah wajah media di negara-negara berkembang. Fenomena sekarang adalah orang mencari berita dan informasi melalui internet daripada mengharapkannya melalui radio.
            Persaingan diantara perusahaan dan pemilik media pun akan semakin meningkat. Perusahaan-perusahaan media yang memusatkan perhatian pada internet akan menjadi pesaing yang cukup keras bagi media tradisional, seperti media cetak, TV dan radio. Jika kita berbicara tentang jejaring sosial yang semakin menguat: Indonesia adalah salah satu pengguna Facebook terbanyak di dunia. Menurut laporan majalah Forbes, meski kini telah dikalahkan oleh India, jumlah pengguna Facebook di Indonesia masih menduduki salah satu posisi teratas di dunia bersama dengan Brasil, India, Meksiko, Inggris Raya, dan negara asal Facebook, Amerika Serikat, yang masih memiliki pengguna Facebook terbanyak. Budiono Darsono, salah satu pendiri portal berita Detik.com, dalam review buku Detik.com: Legenda Media Online (2013) mengatakan dengan melihat jumlah pengguna jejaring sosial yang terus bertambah, maka tidak ada pilihan lain bagi media untuk memanfaatkannya sebagai bagian dari praktik jurnalisme. Jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter, bukan sekedar memberikan masukan atau kritik, tetapi juga malah memberikan informasi (Anggoro, 2013). Di media mainstream tidak akan kelihatan bagaimana respon publik, karena ruang publiknya hanya lewat surat pembaca dan ruangnya terbatas. Berbeda dengan media online.
            Dan itu merupakan salah satu kunci yang sangat penting dalam perkembangan media. Tidak hanya membuat pembacanya menjadi lebih aktif berpartisipasi, jejaring sosial pun kini menjadi kontrol terhadap media itu sendiri. Masyarakat bisa dengan cepat melihat yang salah atau benar. Pengontrolnya itu satu negara. Sehingga pengelola media tidak bisa lagi seenaknya sendiri, bermain-main atau dikontrol oleh kepentingan pemodal atau politik tertentu. Professor David Hill (2001) dalam Pers Indonesia dalam Konteks Asia: Gambaran Sepintas Lalumengatakan maraknya kemunculan media-media baru di Indonesia sebenarnya bisa menjadi hal yang menguntungkan. Tetapi, menurutnya, yang harus diwaspadai adalah soal kepemilikan media. "Jangan sampai Indonesia meniru Australia, di mana hanya satu, dua orang saja atau sejumlah orang yang sangat kecil jumlahnya yang menguasai melalui kepemilikannya," Selama ini di Australia, menurutnya, sudah ada praktik tidak tertulis di mana mereka yang mengontrol media tidak melibatkan diri secara langsung, walaupun media masih memberikan warna di dalam gambaran keseluruhan suasana politik Australia. Di Australia, pemilik perusahaan media tahu diri untuk tidak ikut terjun langsung dalam kancah politik. Meski demikian, tetap saja ada praktik-praktik dimana beberapa media mendukung beberapa partai politik tertentu. Terutama saat pemilihan umum, beberapa kandidat mendekati media-media.

            • ELEMEN NEW MEDIA
            1.      Komunikator
            a.       Dalam komunikasi massa media baru, biaya yang dibutuhkan memang relatif lebih rendah bila digunakan dalam jangka panjang daripada media lama. Persaingan sangat tinggi.
            b.      Persaingan yang terjadi pada komunikasi media baru lebih tinggi. Hal ini disebabkan oleh fasilitas yang beragam dan media yang beragam untuk menuangkan berbagai ide, gagasan, opini, berita, dan informasi dalam berbagai media yang ditawarkan. Selain itu, kemudahan dalam menggunakan fasilitas-fasilitas tersebut juga memengaruhi. Misalnya saja pada media internet, kita dengan mudah menjadi komunikator dengan membuat atau menciptakan situs sendiri terutama blog.
            c.       Bila dibandingkan dengan media lama, kompleksitas komunikator dalam media baru jauh lebih simple. Tidak ada prosedur-prosedur atau pengaturan-pengaturan yang kompleks di dalamnya. Ini juga dipengaruhi oleh mudahnya dalam pengolahan media itu sendiri.
            2.      Pesan.
            Pesan terdiri atas Code dan Content (isi).
            a.       Codes merupakan sistem simbol yang digunakan untuk menyampaikan pesan komunikasi, misalnya: kata-kata lisan, tulisan, foto, musik, dan film (moving picrures).Pada dasarnya dalam komunikasi massa media baru, sifat isi pesannya sama dengan media lama. Yaitu berbentuk pesan audio dan visual. Yang membedakan hanyalah media yang digunakan dalam penyampaian pesan tersebut.
            b.       Content (isi) merujuk pada makna dari sebuah pesan, bisa berupa informasi atau sebuah lelucon.Isi dari komunikasi massa media baru secara umum hampir sama dengan media lama. Tetapi di sini, aspek hubungan juga memiliki peran yang setara dengan aspek isinya. Selain itu, pesan dalam komunikasi massa media baru dalam jumlah yang banyak, dapat dimampatkan dalam sebuah media yang praktis.
            3.      Komunikan/khalayak.
            Karakteristik komunikan dalam komunikasi massa media baru diantaranya (1)berjumlah        besar/banyak dan heterogen (2) tidak selalu anonim (3) terpisah secara fisik.
            a.       Komunikan berjumlah besar/banyak dan heterogen. Dalam media baru, informasi dapat diakses dengan mudah kapan dan dimana saja tanpa terbatas oleh ruang dan jarak. Jika pada media lama, koran Pikiran Rakyat misalnya, hanya dapat dibaca oleh warga jawa Barat, dengan media baru berupa digital dan online, PikiranRakyat-online dapat dijangkau oleh siapa saja melalui e-paper. Heterogen berarti pembaca koran tersebut beraneka ragam. Misalnya anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua.
            b.      Tidak selalu anonim. Sebagian komunikan pada media baru bersifat anonim—sama seperti pada media lama. Komunikator biasanya tidak mengetahui identitas komunikan dan pada siapa ia berkomunikasi. Meskipun demikian, beberapa situs dalam media baru mengetahui komunikannya, misalnya untuk menikmati layanan e-paper dalam kompas atau pikiran rakyat, kita harus log in terlebih dahulu. Untuk bertanya kepada disbudpar Jabar dalam media twitter, kita harus sign-in twitter. Dan untuk mendownload e-book dalam situs resmi pemerintah, kita harus mendaftarkan diri sebelumnya.
            c.       Terpisah secara fisik. Sama seperti komunikan pada media lama, pada media baru pun komunikan terpisah secara fisik, bahkan sangat jauh karena dapat terhubung dengan seluruh orang di dunia (namun terasa lebih dekat).
            4.      Media Massa.
            Dalam komunikasi massa media baru, tentu media yang digunakan adalah media baru. Pengertian dari media baru sendiri adalah istilah yang dimaksudkan untuk mencakup kemunculan media digital, computer, atau jaringan teknologi informasi dan komunikasi di akhir abad ke-20. Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai “media baru” adalah digital, seringkali memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan, padat, mampat, interaktif, dan tidak memihak. Beberapa contohnya adalah internet, website, komputer multimedia, permainan komputer, CD-ROMS, dan DVD. Media baru bukanlah televisi, film, majalah, buku, atau publikasi berbasis kertas.
            5.      Gatekeeper.
            Gatekeeper pada media massa menentukan penialaian apakah suatu informasi penting atau tidak. Ia menaikkan berita yang penting dan menghapus informasi yang tidak memiliki nilai berita. (Hiebert, Unguait, Bohn,1975:109).
            Gatekeeper bukan merupakan jabatan, melainkan sebuah pelaksana fungsi. Jika dalam komunikasi media lama terdapat editor surat kabar, dalam media baru terdapat editor media online.
                        Gatekeeper yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari seperti ketika kita menemukan foto yang tidak senonoh di salah satu situs jejaring sosial facebook dan kita merasa foto tersebut disalahgunakan, kita melaporkannya kepada pihak pengurus facebook. Kemudian, pihak tersebut yang berwenang menentukan dan melakukan kebijakannya terhadap foto tersebut. Pihak pengurus inilah yang kita namakan gatekepeer.
            6.      Regulator.
            Peran regulator hampir sama dengan gatekeeper, namun regulator bekerja di luar institusi media yang menghasilkan berita. Regulator bisa menghentikan aliran berita dan menghapus suatu informasi, tapi ia tidak dapat menambah atau memulai informasi, dan bentuknya lebih seperti sensor. Pemerintah dan organisasi profesi merupakan contoh regulator yang ada di Indonesia.
            Kami berpendapat bahwa regulator media baru yang ada di Indonesia belum berfungsi secara baik. Misalnya saja, masih bayak gambar-gambar seronok dalam media baru yang dapat dengan mudah diakses oleh segala usia. Disini, pemerintah belum mampu menjadi regulator karena belum mendapatkan alternatif untuk mengatasi hal-hal yang demikian.
            7.      Feedback (umpan balik).
            Feedback adalah sebuah masukan yang diberikan oleh komunikan ketikakomunikasi sedang berlangsung. Masukan tersebut sangat berguna bagi komunikator untuk mengetahui apakah perilaku komunikasinya (pada saat ia melakukan komunikasi) telah benar-benar efektif mencapai sasarannya atau justru malah mengacaukan usahadalam mencapai sasaran komunikasinya
            Dalam media lama, respons tidak terlihat oleh komunikator. Agar responnya dapat sampai kepada komuniktor, andiens media massa harus member feedback seperti menulis surat pembaca, menelepon redaktur media massa tersebut dan mematikan televisi.
            Menurut kami, dalam media baru feedback dapat langsung disampaikan dan terlihat oleh komunikator.
            Macam feedback :
            a.       Internal Feedback. 
            Feedback internal adalah sesuatu yang menunjukkan sumber dari isyarat / gejala yang menjadi feedback. Feedback ini muncul dari dalam komunikator.
            b.      Eksternal Feedback.
            Eksternal feedback  adalah feedback yang berasal dari komunikan. Dalam hal ini komunikan dapat menunjukkannya dengan memberikan ekspresi wajah tertentu, gerak-gerik, perilaku atau bahkan suara-suara yang muncul ketika penyampaian informasi dan pesan sedang berlangsung. Macam-macam eksternal feedback adalah :
            1)      Representative Feedback.
            Feedback  yang disampaikan dengan cara di wakili oleh sebagian kecil maksudnya karena saking banyaknya feedback yang ingin di sampaikan oleh orang banyak sehingga dapat di wakilkan oleh satu orang saja.
            2)      Indirect Feedback.
            Feedback yang disampaikan ketika komunikasi telah selesai.
            3)      Delayed Feedback.
            Feedback yang disampaikan secara tertunda karena membutuhkan waktu untuk di transmisikan dari komunikan kepada komunikator.
                 4) Cumulative Feedback.
            Feedback yang dilakukan dengan cara mengumpulkan semua respons yang datang dalam satu periode sehingga mempengaruhi media itu untuk kedepannya.
                  5) Institutionalize Feedback.
            Feedback ini berasal dari suatu lembaga yang langsung mendatangi komunikannya untuk mengumpulkan pendapat.
            8.      Filters.
            Filters dalam media baru bersifat lebih longgar dibandingkan dengan media lama. Dalam media baru, berbagai informasi dapat diperoleh secara terbuka. Filters yang efektif sebenarnya ada pada diri khalayak yang dipengaruhi oleh fisik, nonfisik, dan budaya.

            • CONTOH KASUS SEO

            Setelah para pengunjung yang menjadi target telah masuk ke situs web Anda, langkah selanjutnya adalah menyambut mereka denganisi yang baik, informatif, dan penulisan penjualan yang menggugah mereka. Berikut ini adalah 4 contoh studi kasus bisnis yang sudah memanfaatkan teknik SEO sehingga dapat membantu Anda untuk memahami apa untungnya memakai SEO, yaitu:
            • Perusahaan Perangkat Lunak: suatu perusahaan bernama Welocalize.Com adalah perusahaan penyedia solusisistem globalisasiyang mendapatkan kontribusi penjualan melalui strategi SEO sehinhha mendapatkan klien dari perusahaan-perusahaan besar berbasi multinasional, padahal banya memiliki tim penjualan yang terbatas, tapi didukung oleh strategi pemasaran yang efektif. Selain itu, beberapa kontrak bisnisnya bernilai enam angka dalam satuan Dollar Amerika.. Proyeknya berupa pengintegrasian situs-situs web,intranet, dan ekstranet dem kemudahan pada staf, klien, dan mitra bisnis di seluruh dunia.
            • Peruahaan Penyedia Solusi Konferensi: karena purus asa dengan kampanye iklan banner-nya, sebuah perusahaan memutuskan untuk merelokasikan seluruh anggaran pemasaran online-nya dengan strategi SEP dengan menggunakan sebuah perusahaan yang memang pakar di bidang SEO, yatu yang bernama Webster Group International. Alhasil,dari strategi tersebut adalah peningkatan penjualan hinhha 500 persen dalam webtu 18 bual dan saat itu tidak ada strategi pemasaran lain yang digunakan. Strategi SEO yang dilakukan perusahaan ini adalah meluncurkan banyak situs penjualan, kemudian dioptimalisasi untuk situs pencari. Hal ini memang sangat bermanfaat, mengapa? Jawabannya, karena beberapa direktori web hanya akan memasukkan halaman utamanya saja. Dengan labih dari satu produk yang djual, kemudian membuat banayk situs/web untuk masing-masing produk meruakan strategi yang bagus untuk meningkatkan visibilitas di internet demi meningkatkan penjualan.
            • Perusahaan Eceran yang Menjual Asesoris Kamera: Perusahaanyang bernama DCProDirect berhasil menaikkan pendapatannya hingga 24 persen dalam waktu enam bulan melalui SEO, yaitu dengan menggunakan pelayanan yang disebut Inceptor. "Suatu perusahaan teknologi yang spesialisnya membantu perusahaan eceran untuk memasukkan ribuan dari Stock Keeping Units-nya agar terdaftar di situs pencari," demikian kata Marketing Sherpa. Tantangannya adalah bagaimana melakukan ekspansi pemasaran ke dunia internet tanpa meningkatkan biaya untuk mengonversi prospek menjadi customer. Selanjutnya, perusahaan ini membandingkan tiga strategi pemasaran online, yaitu: iklan banner, direct mail dan SEO. Sebelum melakukan SEO, data pada log file  hanya akan menunjukkan 4 persen dari para pengunjung yang berasal dari situs pencari, lalu akhirnya hanya memberikan kontribusi penjualan kurang dari 1 persen. Setelah itu, dalam waktu enam bulan setelah melakukan SEO, meningkat 24 persen dari penjualan online DCProDirect yang berasal dari para pengunjung yang datang dari situs pencari. Berdasarkan perbandingan tida media promosi, yaitu iklan banner, direct mail, dan SEO perusahaan tersebut mendapati bahwa SEO telah memberikan rasio penjual yang lebih tinggi secara dramatis.
            sumber: